Ribuan Buruh Bekasi Berunjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM di Pemda Kabupaten Bekasi

Bekasi, KPonline – Buruh yang bergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi bersama Aliansi Buruh Bekasi Melawan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bekasi dan kantor DPRD Kabupaten Bekasi pada Kamis (15/9/2022).

Buruh masih membawa tiga tuntutan yang sama yaitu Tolak kenaikan Harga BBM, Tolak Omnibus Law Cipta Kerja, dan Naikkan upah 2023 sebesar 13% seperti tertulis dalam spanduk yang dibawa massa aksi.

Pantauan media Perdjoeangan masa aksi bergerak dari Omah Buruh Bekasi sekitar jam 09.43 WIB.

“Massa aksi berangkat dari Omah Buruh lewat kawasan EJIP keluar pintu 2 EJIP langsung masuk kawasan Hyundai menuju kawasan delta arah pemda,” kata salah satu buruh yang ikut dalam rombongan konvoi massa aksi.

Terpantau para orator aksi sudah berada di atas mobil komando antara lain Amir Mahfudz, pangkorda Garda Metal Bekasi Supriyatno dan Pujo Dewo Ruwet.

“Hari ini kami buruh Bekasi kembali turun ke jalan akibat pemerintah membuat kebijakan yang tidak pro rakyat. Naiknya harga BBM membuat rakyat tambah miskin karena harga-harga semua ikut naik,” kata orator aksi dari atas mobil komando.

Sementara itu Koordinator Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM), yang juga Sekretaris KC FSPMI Bekasi Sarino, S.H., M.H. saat ditemui di lokasi mengatakan kenaikan harga BBM sangat berdampak bagi rakyat dan buruh, upah yang naik tak seberapa namun dipukul dengan kenaikan BBM sebesar 30%.

“Maka aksi hari ini meminta kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Bekasi untuk membuat surat yang ditujukan kepada pemerintah pusat dalam hal ini presiden agar mencabut kenaikan harga BBM dan mencabut omnibuslaw cipta kerja,” ungkap Sarino.

Hingga berita ini dirilis, rombongan massa aksi masih melakukan konvoi menuju komplek perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi.

Massa terlihat tiba di Komplek Pemda Kabupaten Bekasi sekitar pukul 11.45 WIB. Sementara mobil komando terparkir di depan gerbang dan belum terlihat tanda-tanda gerbang Kantor Bupati akan dibuka. (Yanto)