Purwakarta, KPonline-Semangat regenerasi dan penguatan organisasi kembali ditegaskan dalam gelaran Musyawarah Unit Kerja (Musnik) V Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk yang digelar di Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta pada Minggu (24/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PUK SPAI FSPMI PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk, Junjun Supriadi, menyampaikan sambutan dengan pidato yang penuh refleksi sekaligus harapan bagi masa depan organisasi serikat pekerja di tingkat unit kerja PT Indopoly Swakarsa Industri Tbk.
Ia membuka sambutannya dengan menyampaikan penghormatan kepada jajaran pimpinan serikat, diantaranya Ketua Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta, Koordinator Daerah Garda Metal, Sekretaris KC FSPMI Purwakarta, Ketua Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Purwakarta, dan para tamu undangan dari berbagai PUK SPAI FSPMI se-Purwakarta yang turut hadir.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas nikmat-Nya kita semua dapat hadir dalam Musnik kelima ini,” ujar Junjun dalam sambutannya.
Junjun mengungkapkan bahwa masa kepengurusan periode 2023-2026 yang segera berakhir meninggalkan banyak cerita dan pelajaran berharga. Menurutnya, meski bagi sebagian pihak terasa singkat, namun bagi pengurus PUK, perjalanan tersebut penuh dengan dinamika organisasi.
“Tidaklah mudah menjalankan roda organisasi sebagai PUK minoritas di perusahaan. Kami harus tetap mengemban amanat undang-undang untuk membela, melindungi, dan memperjuangkan kesejahteraan anggota,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis, tidak hanya dengan manajemen perusahaan tetapi juga dengan serikat pekerja lain yang ada di lingkungan kerja.
Junjun pun menegaskan bahwa keberadaan Serikat Pekerja Aneka Industri di bawah naungan FSPMI menjadi kekuatan penting bagi pekerja, terutama saat menghadapi persoalan ketenagakerjaan.
“Saya tidak bisa membayangkan jika kami tidak bergabung dengan FSPMI. Saat menghadapi masalah, kami tahu harus meminta bimbingan kepada siapa,” ungkapnya.
Ia menggambarkan FSPMI sebagai organisasi yang kuat, militan, serta memiliki struktur yang solid hingga tingkat nasional bahkan internasional. Menurutnya, dukungan dari perangkat organisasi menjadi kunci keberhasilan PUK dalam menjalankan perannya selama ini.
Mengusung tema “Regenerasi untuk Kebersamaan yang Solid, Kompak, dan Masa Depan Sejahtera” dalam Musnik V, Junjun menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam organisasi. Ia meyakini bahwa siapa pun yang terpilih nantinya, selama tetap patuh pada garis organisasi dan terus belajar, akan mampu membawa PUK ke arah yang lebih baik.
“FSPMI tidak hanya mengajarkan negosiasi atau aksi, tetapi juga membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa serikat pekerja harus mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya vokal dalam memperjuangkan hak, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam meningkatkan produktivitas dan kemajuan perusahaan.
Di akhir sambutannya, Junjun menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya. Ia berharap kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan perjuangan dengan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota.
“Kami mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga ke depan organisasi ini semakin kuat dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat organisasi FSPMI, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, yang telah memberikan bimbingan tanpa henti. Tak lupa, ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak perusahaan yang selama ini telah menjalin hubungan kerja bersama serikat pekerja.