KP Online

Suara Kaum Buruh

BeritaSerba Serbi

Refreshing Course FSPMI Banten : Komitmen Bergerak, Bukan Hanya Sekadar Kata-kata

Bogor, KPonline – “Kian hari, tahun ke tahun banyak persoalan terjadi, saya meminta kepada pengurus Pimpinan Cabang untuk lebih fokus dan mengontrol kinerja ditingkat pimpinan unit kerjanya,” ucap Heriyanto Ahmad, selaku Ketua Umum PP SPAMK FSPMI.

Menurut, Heriyanto berdasarkan sumber data dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI, jumlah anggota menurun disebabkan karena integritas PUK itu sendiri dan kepatuhan terhadap iuran cos yang menurun, tentunya harus menjadi perhatian kita semua.

Heri menambahkan, kadang persoalan konflik lebih besar dibanding persoalan ketenagakerjaan.

“Marilah kita menyamakan kembali pemahaman dan tetap menjaga kekompakan,” tambah Heriyanto saat menyampaikan pemaparannya dalam kegiatan Refreshing Course FSPMI Banten yang diselenggarakan di Training Center, Cisarua, Bogor, Senin (23/09).

Heriyanto kembali menegaskan, selama buruh tetap bergerak dan organisasi terus menyuarakan aspirasinya. Roda itu terus berputar dan pasti ada waktunya untuk menang, yang penting komitmen dan konsistensi bersama.

“Apapun yang bisa kita lakukan terus dan tetap lakukan buat organisasi,” pungkasnya.

Tak ketinggalan, Yadun Mufid selaku Ketua Umum PP SPL FSPMI memaparkan dan memberikan energi kepada peserta refreshing course yang dihadiri sekitar 120 orang yang mewakili pengurus DPW FSPMI Banten, Konsulat Cabang FSPMI Tangerang-Serang, PC SPA, Garda Metal, LBH, Biro Perempuan dan Media Perdjoeangan se-Banten.

Yadun meminta, untuk mengingat kembali apa yang ada dihadapan kita. Disadari atau tidak, sekarang pengusaha dan penguasa sedang bersatu menghancurkan sendi-sendi perjuangan kaum buruh dengan merencanakan merubah undang-undang salah satunya UU ketenagakerjaan No.13/2003.

“Ini menunjukkan bahwa mereka dengan gigih dan keuletan mereka menggunakan kekuasaan dan uang untuk menghalalkan berbagai cara menindas kaum buruh sudah mencapai dilevel 8,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan kita, apakah perjuangan kita untuk melawan mereka sudah siap di level yg sama??

“Mari kita tingkatkan perjuangan untuk menyelamatkan diri dari upaya-upaya mereka mematikan pergerakan buruh,” tambah Yadun.

Kita berjuang gugur secara terhormat, dari pada kita diam, gugur teraniaya. Salah satu cara yang terpilih adalah bersama-sama melawan.

“Tanpa melawan, tentu saja kesengsaraan akan terus merajalela. Satu tekad dan niat yang lurus pasti ada solusi yang terbaik,” tegas Yadun

Siapkah kita kembali bergerak??
Siaaapp, ucap penuh semangat dari para peserta yang hadir.

“Ayo, kita tularkan ke anggota. Bukan hanya sekedar kata-kata dan berbicara tanpa mau melakukannya,” pungkas Yadun. (R. Chuky)