Buruh di Bawah Komando Said Iqbal Aksi Turunkan Jokowi, FSPMI-KSPI: Itu Hoaks!

Jakarta, KPonline – Beredar informasi di media sosial, jika buruh se-Jabodetabek dan Jawa Barat di bawah komando Said Iqbal akan ikut aksi dengan tuntutan turunkan Jokowi dan menduduki Gedung DPR/MPR. Informasi tersebut hoaks. Tidak satu pun agenda dalam gerakan buruh untuk menurunkan Jokowi.

Bahwa benar jika buruh akan melakukan aksi unjuk rasa. Tetapi aksi itu direncanakan akan digelar pada 2 Oktober 2019. Sehari setelah kita resmi memiliki anggota DPR RI yang baru.

Aksi ini, diperkirakan akan diikuti 150 ribu buruh. Serentak di 10 provinsi.

Tuntutan yang akan disuarakan adalah tolak revisi UU Ketenagakerjaan, tolak kenaikan iuran bpjs kesehatan, dan tagih janji revisi PP 78/2015.

Bukan hanya ketiga isu di atas, gerakan buruh juga mendukung aksi #ReformasiDikorupsi #RakyatBergerak. Menolak revisi UU KPK, RUU KUHP, RUU Pertanahan, dan lain sebagainya.

Untuk itulah, FSPMI-KSPI memastikan jika info di bawah ini hoax.

INFO TERKINI :

Depan DPR/MPR hingga Pancoran DITUTUP TOTAL.

Besok masyarakat yg gak ikut turun sebaiknya jaga kampung antisipasi chaos besar.

Mahasiswa malam ini yg dari Jawa Barat, Banten dan Yogyakarta udh mulai merapat ke Jakarta, Besok kaum buruh Jabodetabek & Jabar dibawah komando bang SAID IQBAL jg ikut mau turunin jokowi & dudukin Gedung DPR/MPR.

Semua Gedung DPRD Se-Indonesia besok hari Selasa akan diduduki oleh Para Mahasiswa Daerah.

Semoga info ini bermanfaat bagi kita & keluarga kita di rumah.

Serikat buruh menyambut baik gerakan mahasiswa yang mulai menggeliat di berbagai kota. Hal ini sejalan dengan strategi perjuangan FSPMI: konsep – lobi – aksi.

Ketika aspirasi atau konsep yang kita sampaikan tidak didengar, maka aksi menjadi pilihan berikutnya.

Dalam gerakan buruh, aksi sudah berkali-kali dilakukan.

Terkait isu revisi UU Ketenagakerjaan, beberapa kali serikat pekerja melakukan aku unjuk rasa di berbagai kota. Bahkan dalam aku tersebut melibatkan ribuan orang buruh.

Namun demikian, kita menolak jika aksi ini dikaitkan dengan politik. Apalagi jika dimanfaatkan oknum tertentu untuk kepentingan politik dan kelompoknya.