Razan Al Najjar : Silakan Tembak,  Aku tidak takut!!

Razan Al Najjar : Silakan Tembak, Aku tidak takut!!

Posted by

Gaza,KPonline – Dunia berduka, Seorang perawat berusia 21 tahun tewas ditembak sniper Israel. Padahal perawat itu sedang berusaha menolong orang orang yang terluka.

Razan Al Najjar, perawat muda tersebut ditembak ketika tengah berlari menuju orang orang yang terluka dalam protes di jalur Gaza. Razan sudah melambaikan tangan agar diberi jalan dan diberi kesempatan untuk menolong orang yang terluka. Tetapi agaknya tentara Israel tidak peduli pada tanda tersebut.

Padahal Razan mengenakan pakaian seragam medis putih putih, lengkap dengan identitas dikalungkan di leher. Penembakan Razan telah melanggar hukum internasional yang melarang menembak petugas medis dan wartawan. Pelanggaran ini sangat fatal.

Namun Israel memang tidak pernah peduli pada hukum internasional karena selalu dibela oleh Amerika Serikat dalam sidang-sidang PBB. Amerika Serikat pasti akan memveto upaya PBB untuk memberi sanksi terhadap Israel.

Penembakan Razan adalah kesekian kalinya dilakukan tentara Israel terhadap petugas medis. Minggu lalu, seorang dokter dari Kanada juga ditembak lengannya ketika sedang menolong korban Gaza.

Razan menjadi korban ke 119 orang Palestina yang ditembak tentara Israel. Demonstrasi penduduk Palestina di jalur Gaza berlangsung sejak tanggal 30 Maret hingga sekarang. Mereka memprotes klaim Israel pada Yerusalem Timur dan blokade Israel dan Mesir terhadap orang orang Palestina.

Ibu kandung Razan Al Najjar sangat shock dan histeris menerima kabar tentang kematian putrinya. Ia pingsan ketika melihat jenazah Razan yang berlumuran darah dan mengotori seragam putihnya. Wanita itu tidak bisa mengerti mengapa putrinya ditembak.

Dilansir New York Times, Minggu (3/6/2018), Razan bekerja sebagai sukarelawan untuk mendobrak budaya konservatif masyarakat Palestina. Dia ingin menunjukkan paramedis bukan hanya tugas seorang laki-laki.

“Menjadi seorang pekerja medis bukan hanya tugas untuk pria. Itu juga pekerjaan bagi wanita,” kata Razan saat diwawancara di perbatasan Jalur Gaza.

Satu jam sebelum senja di Jumat (1/6), dia berlari untuk memberikan pertolongan medis ke para demonstrans Palestina untuk terakhir kalinya.

Razan diketahui tinggal di Khuzaa, sebuah desa yang terletak di bagian perbatasan dengan Israel, timur Khan Younis dan wilayah selatan Gaza. Ayahnya, Ashraf al-Najjar (44), memiliki toko yang menjual onderdil motor yang hancur akibat serangan udara Israel pada 2014 lalu. Sejak saat itu ayahnya menjadi pengangguran.

Razan merupakan anak sulung dari enam bersaudara. Ayahnya menyebut putri sulungnya itu tak cukup pandai saat SMA sehingga tak melanjutkan ke universitas sehingga dia berlatih menjadi paramedis selama 2 tahun di Rumah Sakit Nasser di daerah Khan Younis.


Razan kemudian menjadi sukarelawan di Palestinian Medical Relief Society, sebuah lembaga NGO bidang kesehatan. Sang ayah mengenang putri sulungnya itu bangun sebelum fajar menyingsing pada Jumat (1/6), kemudian makan dan salat sebelum memulai aktifitasnya. Itu adalah saat terakhirnya bertemu putrinya.

Saat diwawancara bulan lalu, Razan sempat mengatakan jika ayahnya bangga atas pekerjaannya.

“Kita memiliki satu tujuan. untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi orang-orang. Dan mengirimkan pesan ke dunia: tanpa senjata dan kita bisa melakukan apa saja,” kata Razan kala itu.

Saat peristiwa penembakan itu terjadi, Razan berada di jarak kurang dari 100 meter dari pagar pembatas. Dia sedang memperban seorang pria yang terluka akibat tabung gas air mata. Nahas, Razan terkena tembakan dan langsung rubuh ke tanah.

Ribuan warga Palestina pun berdatangan ke pemakaman Razan. Dia dijuluki ‘Angel of Mercy’ Paramedic alias malaikat paramedis penuh kasih.

Razan Al Najjar adalah contoh wanita Palestina yang gagah berani. Ia tidak gentar menghadapi ancaman dari tentara Israel. Razan bertekad untuk tetap siaga menolong demonstran yang terluka.

Dalam status facebook terakhir, Razan menulis, “Aku kembali. Aku tidak mundur. Silakan tembak, aku tidak takut”. (Et)

Facebook Comments

Comments are closed.