Pelalawan, KPonline-Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Rentama Kabupaten Pelalawan menggelar Rapat Rutin (Ratin) di Sekretariat KC FSPMI Pelalawan, Jalan Pinang Ujung, Pangkalan Kerinci, Senin (13/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran berorganisasi serta membangun karakter anggota yang militan, bertanggung jawab, dan siap menjadi pelaku perjuangan tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama pelayanan kesehatan dan edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ratin diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota PUK SPAI-FSPMI PT Rentama. Dalam forum tersebut, peserta tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pentingnya peran setiap anggota dalam membesarkan FSPMI sebagai organisasi perjuangan yang hadir di tengah masyarakat.
Ketua PUK SPAI-FSPMI PT Rentama, Akbar, menegaskan bahwa RATIN menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen anggota dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, kekuatan serikat pekerja lahir dari kedisiplinan, kebersamaan, dan kesadaran anggota untuk terus bergerak bersama.
“Ratin ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anggota punya tanggung jawab membesarkan organisasi. Kita ingin kader-kader PT Rentama tidak hanya aktif di internal, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama pelayanan kesehatan dan edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Akbar.
Wakil Ketua PC SPAI-FSPMI Riau Raya, Marjoni, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak ditentukan oleh segelintir pengurus, melainkan oleh kesadaran seluruh anggota untuk terlibat aktif dalam setiap perjuangan, baik di tempat kerja maupun dalam pengabdian sosial.
“FSPMI tidak membutuhkan anggota yang hanya menunggu untuk diperjuangkan. FSPMI membutuhkan kader-kader yang memiliki kesadaran untuk ikut berjuang, berkorban, dan bertanggung jawab membesarkan organisasi. Organisasi akan kuat apabila setiap anggota merasa memiliki dan siap menjadi bagian dari perjuangan, tidak hanya di lingkungan kerja tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama pelayanan kesehatan dan edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegas Marjoni.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW FSPMI Riau, Satria Putra, turut memberikan apresiasi atas semangat kader PUK SPAI-FSPMI PT Rentama yang terus menjaga konsistensi organisasi melalui RATIN. Ia menilai, penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan penguatan peran sosial serikat pekerja di tengah masyarakat.
“Apa yang dilakukan PUK SPAI-FSPMI PT Rentama ini adalah contoh baik bagaimana serikat pekerja tidak hanya fokus pada persoalan hubungan industrial, tetapi juga hadir memberi manfaat bagi masyarakat. Kader FSPMI harus tumbuh menjadi pribadi yang militan, berintegritas, dan peka terhadap persoalan sosial. Dengan begitu, FSPMI akan semakin dipercaya dan dicintai oleh anggota maupun masyarakat luas,” timpal Satria Putra.
Menurutnya, kaderisasi harus dimulai dari membangun pola pikir anggota agar memahami bahwa serikat pekerja bukan sekadar tempat menyampaikan keluhan, melainkan wadah perjuangan bersama yang harus dijaga dan diperkuat oleh seluruh anggotanya, sekaligus menjadi bagian dari gerakan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui RATIN ini, PUK SPAI-FSPMI PT Rentama berkomitmen mencetak kader-kader FSPMI Kabupaten Pelalawan yang militan, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Dengan kader yang kuat, organisasi akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan hubungan industrial serta terus memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja secara terorganisir, sambil hadir aktif dalam pelayanan kesehatan dan edukasi jaminan sosial ketenagakerjaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan partisipasi anggota dalam setiap program organisasi, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat bahwa perjuangan serikat pekerja adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pengurus, melainkan juga pengabdian sosial bagi masyarakat.