Rangkaian Kegiatan Leadership Camp KSPI Berisi Pembekalan Kapasitas Leadership Bagi Perempuan dan Pekerja Muda

Rangkaian Kegiatan Leadership Camp KSPI Berisi Pembekalan Kapasitas Leadership Bagi Perempuan dan Pekerja Muda

Bogor, KPonline – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sukses menyelenggarakan Leadership Camp Perempuan dan Pekerja Muda yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Agustus 2026, di Pondok Kapilih Resort & Camp Pancawati, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai federasi yang berafiliasi dengan KSPI.

Seluruh peserta disuguhkan berbagai materi taktis dan pembekalan ideologis, Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, pembentukan kelompok, pembacaan komitmen bersama terkait pencegahan kekerasan serta pelecehan seksual yang dilanjutkan dengan pengenalan dan pembekalan yang tentunya berisi materi yang dapat kapasitas kepemimpinan baik secara indoor maupun outdoor.

Pelatihan ini turut menghadirkan Lotte dari DTDA (Danish Trade Union Development Agency) Denmark, yang membagikan perspektif internasional mengenai sejarah dan tantangan gerakan buruh. Lotte menyampaikan bahwa meski Denmark merupakan negara kecil dengan 6 juta penduduk, gerakan serikat pekerja di sana sangat kuat.

Ia menegaskan bahwa kekayaan negara tidak menyurutkan perjuangan buruh, sehingga serikat pekerja harus terus bersatu, berjuang melalui negosiasi, serta menguatkan kemandirian finansial seperti iuran anggota.

DTDA, yang telah aktif mendukung perjuangan buruh global sejak 1980, menekankan bahwa tantangan penguatan serikat pekerja menuntut solidaritas internasional yang kokoh.

Hadir pula dari DTDA Program Officer for Asia, Nimfa Atienza, memaparkan pentingnya strategi pendidikan melalui program Targeted Training Module (TTM) sebagai sarana membentuk serikat pekerja yang kuat dan edukatif.

Strategi ini bertumpu pada tiga komponen utama: kompetensi trainer, pendekatan sistematis, dan modul yang berkualitas. Program DTDA ini membutuhkan komitmen penuh selama satu tahun karena bertujuan melahirkan trainer sekaligus organizer baru di dalam tubuh organisasi.

Lebih lanjut, Nimfa menekankan bahwa perempuan dan pekerja muda adalah “darah daging” sekaligus masa depan organisasi pergerakan serikat pekerja pada khususnya bagi KSPI. Program TTM hadir secara tematik, seperti TTM dua yang berfokus pada hak-hak dasar pekerja dan diproyeksikan untuk membentuk tim kerja pada isu-isu strategis mendatang, seperti Just Transition, dengan rencana pelaksanaan TTM tiga pada tahun depan.

Sedangkan pemateri dari KSPI yaitu Asep Saefulloh, Mundiah dan empat orang dari TTM satu yaitu Agung Brada, Marupi, Yudo, dan Ilyas selain pembekalan materi di dalam ruangan di hari kedua. Pembekalan juga diberikan di luar ruangan.

Seluruh peserta diminta menampilkan yel-yel kelompok dan kretifitasnya untuk menunjukan kekompakan dan rasa percaya diri dengan menampilkan berbagai pertunjukan berupa orasi, puisi, drama, hingga tarian bertema perburuhan, yang menegaskan kesiapan mereka sebagai motor penggerak organisasi serikat pekerja di masa depan.

Tidak hanya peserta yang tampil dalam ajang penampilan kreatifitas dan kekompakan masing-masing kelompok, panitia dan dewan juri pun turut meramaikan sesi tersebut, sehingga keakraban dapat terjalin sesuai harapan.

Penempaan karakter kader dilanjutkan dengan agenda renungan malam yang berlangsung khidmat, dengan suasana hening seluruh peserta diajak untuk melakukan kontemplasi (proses perenungan yang mendalam dan penuh kesadaran) secara mendalam mengenai peran strategis perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan roda organisasi serta untuk meresapi tanggung jawab estafet kepemimpinan serikat pekerja, memperkuat militansi, serta mempererat ikatan solidaritas.

Pembekalan di luar ruangan masih dilanjutkan di hari ke tiga berupa team building untuk meningkatkan hubungan sosial, memperkuat kerja sama, dan melatih komunikasi antaranggota dalam suatu kelompok atau organisasi, yang bertujuan Meningkatkan Komunikasi, Membangun Kepercayaan, Melatih Problem Solving dengan mengasah kemampuan menyelesaikan masalah secara bersama-sama dan pastinya untuk meningkatkan Solidaritas untukmMempererat rasa kebersamaan (bonding) sehingga tim menjadi lebih kompak dan produktif dalam mencapai tujuan Bersama, dan pastinya melatih seluruh peserta untuk menjadi pemimpin masa depan.

Dilanjut dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) untuk tiga bulan kedepan, dan akan menjadi jangka Panjang program organisasi, pengumuman pemenang yel-yel dan penampilan group.

Leadership Camp Perempuan dan Pekerja Muda KSPI ini dan acara penutup, dalam acara penutup Nimfa menyampaikan bahwa rangkaiatan kegiatan selama tiga hari ini merupakan kegiatan terbaik yang pernah dilakukan selama sebelas tahun terakhir.

Kegiatan ini ditutup oleh Asep Saepulloh selaku ketua panitia, dengan menyampaikan ucapan terima kasih, dan penyampaian rencana tindak lanjut terkait perempuan dan pekerja muda KSPI. (Wiwik)