PUK SPPK FSPMI PT. Safari Riau, Soroti Tiga Tuntutan Utama Dalam Konsolidasi Persiapan May Day

PUK SPPK FSPMI PT. Safari Riau, Soroti Tiga Tuntutan Utama Dalam Konsolidasi Persiapan May Day

Pelalawan, KPonline- Dalam rangka menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, PUK SPPK-FSPMI PT. Safari Riau menggelar Konsolidasi. Rapat ini dilaksanakan di kediaman Ketua Serikat Pekerja PT. Safari Riau, di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus serikat serta anggota sebagai bentuk konsolidasi menjelang aksi May Day. Dalam rapat tersebut, peserta membahas dan menyepakati tiga tuntutan utama yang akan disuarakan dalam aksi damai May Day 2026.

Pertama, terkait hak pekerja perkebunan baik itu tinjangan beras dan lainnya, pekerja meminta agar pihak perusahaan memberikan jatah beras untuk istri dan anak sebagai tanggungan. Selama ini, pekerja mengaku tetap membeli beras yang dipotong sebesar Rp150.000 untuk 15 kilogram, sehingga dinilai belum memenuhi aspek kesejahteraan.

Kedua, terkait fasilitas ambulans. Pekerja menilai kondisi ambulans yang tersedia di perusahaan saat ini tidak layak digunakan, sehingga mendesak adanya perbaikan atau pengadaan unit yang lebih memadai demi keselamatan dan kebutuhan darurat pekerja.

Ketiga, untuk sistem upah dan perhitungan hasil panen. Untuk premi buah, pekerja meminta agar premi rendemen buah (Reng buah) diglobalkan menjadi Rp100 per kilogram agar lebih jelas dan adil. Sementara untuk berondolan, pekerja menuntut agar dilakukan penimbangan secara langsung, bukan menggunakan sistem global seperti saat ini, guna memastikan transparansi dan kejelasan perhitungan.

Ketua PUK SPPK-FSPMI PT. Safari Riau, Tri Marjono, menegaskan bahwa tuntutan ini merupakan aspirasi nyata dari para pekerja yang selama ini dirasakan di lapangan.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Tiga poin ini adalah kebutuhan dasar dan menyangkut kesejahteraan serta keselamatan pekerja. Soal beras, ambulans, hingga sistem perhitungan hasil panen harus jelas dan adil. Kami berharap perusahaan dapat mendengar dan merespons dengan baik,” ujar Tri Marjono.

Ia juga menambahkan bahwa momentum May Day 2026 akan dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat.

“Kami tetap mengedepankan aksi damai dan dialog. Namun, kami ingin ada perubahan nyata. Harapan kami, perusahaan bisa segera mengambil langkah konkret demi kebaikan bersama,” tutupnya.

Melalui rapat ini, PUK SPPK-FSPMI PT. Safari Riau menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja secara kolektif. Aksi May Day 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi secara terorganisir, dengan tetap menjaga kondusivitas.