Cirebon, KPonline – Pengurus PUK SPLP FSPMI PT Long Rich Indonesia menggelar Rapat Rutin (Ratin) bulanan di Training Center PT Long Rich Indonesia, Jum’at (21/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut dihadiri jajaran pengurus inti PUK, koordinator lapangan (korlap), serta anggota.
Rapat rutin ini menjadi ruang konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi kinerja setiap bidang, membahas berbagai persoalan yang dihadapi anggota, sekaligus memperkuat kekompakan dan soliditas PUK.
Berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, rapat diwarnai diskusi serta berbagai masukan dari peserta. Sejumlah agenda penting dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pada sesi laporan bidang, Bidang Advokasi yang disampaikan Kepala Bidang Advokasi, Aji Nur Arafat, S.Pd., melaporkan perkembangan pengawalan dan penyelesaian berbagai persoalan terkait hak-hak anggota di lingkungan kerja selama Juli 2026.
Sementara itu, Bidang K3 melalui Kepala Bidang K3, Kevin Syahputra, menyampaikan laporan kegiatan selama Juli 2026. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pendampingan anggota yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit, sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta keikutsertaan dalam rapat rutin tim P2K3.
Dari Bidang Pelatihan dan Pendidikan, Aji Nur Arofah menyampaikan evaluasi pelaksanaan Pendidikan Dasar (Diksar) yang bertujuan meningkatkan wawasan anggota mengenai organisasi dan aturan ketenagakerjaan.
Ke depan, bidang tersebut berencana melaksanakan Diksar secara bertahap agar seluruh anggota yang belum mendapatkan pendidikan organisasi dapat memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan.
Sementara itu, Bendahara PUK, M. Arif Setiawan, menyampaikan laporan keuangan bulan Juli sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas organisasi kepada pengurus dan anggota.
Memasuki agenda berikutnya, Ketua PUK SPLP FSPMI PT Long Rich Indonesia, Rahmat Fuji Santoso, S.E., memberikan pengarahan terkait sejumlah isu ketenagakerjaan, baik yang berkembang secara nasional maupun persoalan yang berkaitan dengan dinamika hubungan industrial di perusahaan.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain perkembangan tuntutan terkait regulasi ketenagakerjaan serta gugatan UMSK. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota terhadap perkembangan kebijakan yang dapat berdampak terhadap pekerja.
Selain itu, Rahmat yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Jamkeswatch FSPMI Cirebon Raya, yang meliputi wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, memberikan sosialisasi mengenai pentingnya peran Jamkeswatch FSPMI di tingkat PUK.
Menurutnya, keberadaan Jamkeswatch sangat penting mengingat masih terdapat berbagai persoalan yang dihadapi pekerja dan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Beberapa persoalan yang disampaikan antara lain:
– Status Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tiba-tiba menjadi nonaktif.
– Persoalan tunggakan iuran BPJS Kesehatan.
– Kendala ketersediaan kamar rawat inap yang tidak sesuai dengan hak kelas peserta.
Melalui sosialisasi tersebut, para pengurus dan anggota diharapkan semakin memahami prosedur penggunaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan.
Keberadaan Jamkeswatch FSPMI di tingkat PUK juga diharapkan dapat menjadi wadah pendampingan bagi anggota ketika menghadapi kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Rapat rutin kemudian ditutup dengan foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus menegaskan komitmen seluruh pengurus dan anggota PUK SPLP FSPMI PT Long Rich Indonesia untuk terus menjaga soliditas organisasi dan mengawal pemenuhan hak-hak pekerja.



