Tangerang, KPonline – Akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan hak setiap masyarakat. Untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota dalam memperjuangkan hak kesehatan sekaligus memperkuat peran media organisasi, PC SPLP FSPMI Tangerang menggelar Pendidikan Jamkeswatch dan Media, Sab’tu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Konsulat Cabang (KC) FSPMI Tangerang, Ruko Sastra Plaza, Jatiuwung, Tangerang, tersebut diikuti 33 peserta yang merupakan perwakilan PUK SPA FSPMI se-Tangerang Raya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris KC FSPMI Tangerang, Candra, serta Ketua PC SPLP FSPMI Tangerang, Nadif, S.Kom. Pendidikan ini diprakarsai oleh PC SPLP FSPMI Tangerang dengan melibatkan perwakilan dari berbagai SPA FSPMI di wilayah Tangerang Raya.
Dalam sambutannya, Candra menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pendidikan tersebut.
Menurutnya, Jamkeswatch merupakan lembaga pemantau pelayanan kesehatan yang lahir dari kepedulian masyarakat dan diisi oleh para relawan yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan pelayanan kesehatan di masyarakat.
“Banyak persoalan yang terjadi, baik yang dialami anggota maupun masyarakat, dalam mendapatkan hak pelayanan kesehatan. Misalnya kesulitan mendapatkan kamar, persoalan administrasi dan berbagai kendala lainnya. Di sinilah kawan-kawan Jamkeswatch dapat berperan,” ujar Candra.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara Jamkeswatch dan Media Perdjoeangan agar berbagai persoalan pelayanan kesehatan maupun kegiatan organisasi dapat dipublikasikan secara luas.
“Jamkeswatch harus berkolaborasi dengan Media Perdjoeangan agar apa yang ditemukan di lapangan bisa dipublikasikan dan diketahui masyarakat. Pendidikan ini sangat bermanfaat, bukan hanya bagi kita sendiri, tetapi juga bagi masyarakat secara umum,” katanya.
Candra berpesan agar seluruh peserta mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh dan tidak ragu untuk bertanya maupun berdiskusi selama kegiatan berlangsung.
“Jangan takut untuk bertanya atau berdiskusi agar ilmu yang didapat dari tutor bisa dipahami dengan lebih jelas dan sempurna,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PC SPLP FSPMI Tangerang, Nadif, S.Kom., menjelaskan bahwa pendidikan tersebut merupakan gagasan PC SPLP FSPMI Tangerang yang kemudian melibatkan seluruh perwakilan SPA FSPMI di Tangerang Raya.
Menurut Nadif, keterlibatan berbagai unsur SPA penting untuk menjaga dinamika dan keberlangsungan organisasi, termasuk dalam memperkuat pilar-pilar organisasi seperti Jamkeswatch dan Media Perdjoeangan.
“Jamkeswatch dan Media Perdjoeangan membutuhkan orang-orang yang mau bergerak dan menjadi relawan. Serikat pekerja tanpa media, kegiatan dan perjuangan kita tidak akan tersebar atau terekspos secara luas,” ujar Nadif.
Ia menambahkan, keberadaan Media Perdjoeangan di FSPMI memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai aktivitas dan perjuangan buruh di daerah hingga ke tingkat nasional.
“Di FSPMI ada Media Perdjoeangan, sehingga kegiatan kita di daerah bisa terekspos hingga tingkat nasional. Mari kita besarkan kembali FSPMI di Tangerang Raya, mulai dari SPA sampai pilar-pilar organisasi agar bisa hidup dan bergerak kembali,” tegasnya.
Nadif juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, membangun kepedulian sosial, serta meningkatkan kebermanfaatan bagi sesama.
“Manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin agar kita tidak rugi. Kita bisa bersosial dan peduli terhadap sesama manusia,” katanya.
Di akhir sambutannya, Nadif meminta seluruh peserta mengikuti pendidikan dengan seksama agar materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan dalam aktivitas organisasi maupun ketika menghadapi persoalan di tengah masyarakat.
Selanjutnya, Nadif secara resmi membuka Pendidikan Jamkeswatch dan Media PC SPLP FSPMI Tangerang.



