PUK FSPMI PT. Karya Mandiri Sepakat (KMS) Tangerang, Galang Dana Peduli Tsunami Banten – Lampung

PUK FSPMI PT. Karya Mandiri Sepakat (KMS) Tangerang, Galang Dana Peduli Tsunami Banten – Lampung

Tangerang, KPonline – Sabtu, 22 Desember 2018, pukul 21.27 WIB bencana tsunami menerjang pantai sekitar Selat Sunda di wilayah kabupaten Pandeglang Banten, Serang, dan Lampung Selatan. Penyebab terjadinya tsunami di prediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang tinggi akibat bulan purnama.

Tempat wisata di kabupaten Pandeglang, Serang, dan permukiman warga di sekitar pinggir pantai Lampung Selatan disinyalir sebagai daerah yang terdampak parah terjangan gelombang Tsunami.

Menurut keterangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 426 orang meninggal dunia. Korban luka-luka mencapai 7.202 orang.

Sebanyak 23 orang hilang dan Jumlah pengungsi 40.386 mengungsi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia, maka Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPL FSPMI) PT. Karya Mandiri Sepakat (KMS) yang beralamat di jl. Veteran no 99 Rt 03 Rw 04 Kampung Cisereh Desa Kadu Jaya Kecamatan Curug Tanggerang mengadakan penggalangan dana.

Menurut Ahmad Soleh selaku ketua Serikat Pengurus Unit Kerja (PUK) PT Karya Mandiri Sepakat penggalangan dana perlu dilakukan mengingat banyak saudara-saudara kita di Banten dan di Lampung Selatan yang membutuhkan bantuan. Penggalangan dana yang dilakukan selain dari sesama Karyawan juga dari para pengguna jalan yang melintas di jalan Raya serang tepatnya di depan pasar Cikupa dan jalan Perumahan Citra Raya.

Bantuan yang terkumpul baik berupa Uang dan Pakaian layak pakai akan di kumpulkan di Kantor Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC FSPMI) Jatiuwung Kota Tanggerang untuk di distribusikan ke wilayah yang terdampak bencana.

Kontributor Tangerang : Rohidayat
Fto : Rohidayat.

Facebook Comments

Comments are closed.