Prosedur Pendaftaran Bayi ke BPJS Kesehatan

Prosedur Pendaftaran Bayi ke BPJS Kesehatan

Posted by

KPOnline, Pertama harus di ketahui untuk Semua Peserta JKN-BPJS Kesehatan bahwasanya ada beberapa prosedur yang berbeda untuk pendaftaran bayi,  hal itu karena berbeda jenis kepesertaanya dalam program JKN-BPJS Kesehatan. Berikut adalah jenis kepesertaan dan cara pendaftaraanya :

1. Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)

Anak pertama sampai dengan anak ketiga dari peserta pekerja penerima upah sejak lahir secara otomatis dijamin oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). 
Setelah bayi lahir, pekerja/orang tua bayi melaporkan perubahaan data pada pemberi kerja, dengan membawa dokumen:

1. Fotocopy Kartu Keluarga
2. Fotocopy Kartu BPJS Kesehatan/KIS ibu bayi
3. Fotocopy Surat Keterangan Lahir dari Dokter/Bidan
Catatan:

*Dalam hal Pemberi Kerja secara nyata-nyata tidak melaporkan perubahaan data kepesertaan kepada BPJS Kesehatan, Pekerja yang bersangkutan dapat melaporkan perubahaan data kepesertaan secara langsung kepada BPJS Kesehatan.*

*Melakukan perubahaan data bayi selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah kelahiran bayi yang meliputi nama, jenis kelamin, dan NIK.*

2. Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), Bukan Pekerja (BP) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) anak ke-4 (empat) dan seterusnya.

Pendaftaran bayi dalam kandungan dapat dilakukan bagi peseta PBPU, BP, dan PPU (anak ke-4 dan seterusnya).
Peserta/keluarga peserta dalam satu KK datang ke Kantor Cabang/ Kantor Kab-Kota dengan membawa dokumen:

1. Asli/fotocopy Kartu Keluarga
2. Asli/fotocopy KTP elektronik
3. Asli/fotocopy Kartu BPJS Kesehatan/KIS ibu bayi
4. Surat Keterangan Hamil dari Dokter/Bidan
5. KK & KTP asli jika pendaftaran dilakukan oleh keluarga lain (di luar Kartu Keluarga)

Mekanisme Pendaftaran  Bayi Dalam Kandungan

1. Peserta BPJS Kesehatan dapat mendaftarkan bayi yang akan dilahirkanya sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak terdeteksi adanya denyut jantung bayi dalam kandungan, yang dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan  dokter atau bidan jejaring.

2. Surat keterangan dokter atau bidan jejaring diberikan oleh dokter atau bidan jejaring pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tanpa melalui pemeriksaan penunjang diagnostik lainya termasuk ultrasonografi.

3. Surat keterangan dokter atau bidan jejaring paling sedikit memuat:

a. Deteksi adanya denyut jantung bayi dalam kandungan;
b. Usia bayi dalam kandungan
c. Hari perkiraan lahir (HPL).

4. Peserta menyerahkan Formulir Daftar Isian Peserta (Formulir DIP) yang telah diisi dan surat keterangan dokter dan bidan  jejaring.

5. Pendaftaran bayi yang akan dilahirkan dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum dilahirkan. Apabila kurang dari 14 hari maka mengacu pada ketentuan yang berlaku.

6. Peserta menandatangani pernyataan sebagai berikut:

a. Persetujuan untuk mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

b. Melakukan pembayaran iuran pertama paling cepat setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup dan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak HPL.

c. Melakukan perubahaan data bayi selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah kelahiran yang meliputi nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan NIK.

d. Menyetujui untuk mengulang proses pendaftaran apabila belum melakukan pembayaran iuran pertama sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kalender sejak HPL.

7. Pendaftaran bayi dalam kandungan dari peserta, dilakukan dengan memilih nominal iuran berdasarkan kelas rawat yang sama dengan ayah/ibunya.

8. Petugas BPJS Kesehatan menerima formulir DIP yang telah diisi lengkap beserta kelengkapanya, untuk kemudian memberikan nomor virtual account  kepada peserta.

9. Peserta melapor ke Kantor Cabang setelah bayi dilahirkan, kemudian petugas BPJS Kesehatan melakukan proses simpan ulang pada aplikasi Kepesertaan dan aktivasi.

10. Bayi berhak memperoleh jaminan pelayanan kesehatan sejak iuran pertama dinayar.

11. Apabila Peserta tidak melakukan pembayaran iuran pertama segera setelah bayi dilahirkan sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kalender setelah HPL maka data bayi tersebut akan dinonaktifkan oleh sistem. 

*3. Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)*

Bayi yang dilahirkan dari ibu kandung dari keluarga yang terdaftar sebagai PBI Jaminan Kesehatan :

a. Otomatis menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan dan berhak menerima pelayanan
b. Berhak mendapat identitas peserta
c. Penetapan oleh menteri bersifat administrasi.

Setelah bayi lahir, peseta/keluarga peserta dalam satu KK datang ke Kantor Cabang/KLO dengan membawa dokumen:

1. Asli/fotocopy Kartu Keluarga
2. Asli/fotocopy KTP elektronik
3. Asli/fotocopy Kartu BPJS Kesehatan/KIS ibu bayi
4. Fotocopy surat keterangan lahir dari Dokter/bidan
5. KK & KTP asli jika pendaftaran dilakukan oleh keluarga lain (di luar Kartu Keluarga)

*Catatan : Melakukan perubahaan data bayi selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah melakukan kelahiran yang meliputi nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan NIK.*

Semoga dapat di fahami dan di mengerti serta dapat di sebarkan jika informasi ini bermanfaat.
Terimakasih.

Bogor, 10 Juli 2018

Heri Irawan
Ketua DPD Jamkes Watch Bogor

Referensi : Perdir BPJS Kesehatan Nomor 32 tahun 2015, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 tahun 2014, Pasal 13 Perpres Nomor 12 tahun 2013*

Facebook Comments

Comments are closed.