Makassar, KPonline – Empat serikat pekerja sepakat membentuk aliansi baru bernama Aliansi Buruh Sejahtera, ABS. Pembentukan aliansi ini diinisiasi oleh SPLP FSPMI, SPN, FSPIM, dan FPI KSBSI dalam pertemuan yang digelar di Aston Inn Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 26–28 April 2026.
Berbeda dengan aliansi sebelumnya yang dinilai hanya terbentuk lalu bubar, ABS disusun lebih matang. Keempat serikat merapatkan aliansi ini selama satu hari penuh dengan membahas aturan main, target, tujuan, dan rencana kerja bersama.
“Aliansi kali ini kita atur apa saja aturan yang harus dipatuhi anggota aliansi, target dan rencana kerjanya jelas. Intinya lebih matang. Insyaallah harapannya aliansi ini bisa lebih tahan lama daripada yang sebelumnya,” kata Murtarto, salah satu perwakilan serikat.
Berdasarkan kesepakatan, ABS akan fokus pada isu yang sifatnya bersama, bukan isu internal masing-masing organisasi. Fokus utama saat ini adalah menghadapi perundingan PKB yang akan berakhir November 2026.
Empat serikat menilai PKB sebelumnya banyak pasal yang tidak mengakomodir kepentingan pekerja, terutama soal status hubungan kerja dan K3. Karena itu, ABS berencana menggandeng serikat lain untuk duduk bersama merumuskan draft PKB yang lebih kuat.
“Intinya kita berharap PKB-nya menjadi lebih baik. FSPIM juga setuju untuk ikut dalam aliansi karena rencana kerja, tujuan, serta komitmen yang disepakati bersama sudah jelas,” ujarnya.
Dengan terbentuknya ABS, empat serikat berkomitmen menjaga solidaritas lintas federasi dan meningkatkan posisi tawar buruh di meja perundingan. Aliansi ini terbuka untuk serikat lain yang memiliki visi sama dalam memperbaiki PKB dan memperjuangkan kesejahteraan buruh. (Yanto)