Prihatin Pelayanan Kesehatan Untuk Anak , Jamkeswatch Bekasi Gelar Pertemuan Dengan KPAI

  • Whatsapp

Bekasi,KPonline – Jum’at (26/1) Relawan Jamkeswatch Bekasi menggelar silahturahmi sekaligus diskusi dengan KPAI untuk membahas permasalahan perlindungan, pelayanan dan fasilitas kesehatan khususnya untuk anak. Acara ini di adakan di Saung Buruh Jababeka Jumat (26/01/18).

“Bagi saya berteman atau kerja sama bareng orang jalanin saja dulu, suatu saat ditipu itu namanya apes.
Suatu saat pasti ketemu orang baik . Kemarin ngobrol sama Muh. Rojak dari KPAI buat kerja bareng, paginya langsung action nanganin pasien butuh NICU, Alhamdulillah bayi tertangani , Minggu lalu karena di RSUD ga dapat NICU pasien tak tertolong ” Ujar Obon Tabroni selaku pembina Jamkeswatch

Berita Lainnya

Salah satu kendala relawan jamkeswatch bekasi dalam mengadvokasi pasien dilapangan salah satunya adalah ketika mencari ruangan ICU,NICU,PICU,dan ruangan intesif lainnya, khususnya untuk pasien anak.

Berikut rangkuman diskusi dengan KPAI kabupaten Bekasi:

1. KPAI siap dan berharap dapat bermitra dengan Jamkeswatch
2. KPAI siap membantu terkait permasalahan Jamkeswatch dengan intansi,lembaga dan pemerintah terkait permasalahan yang berkaitan dengan anak ( anak usia 0 – 18 )
– Masalah kesehatan ( pelayanan maupun pasilitas )
– Semua permasalahan yang berkaitan dengan anak
– Administrasi anak ( akta kelahiran )
3. KPAI siap dan berharap dapat bekerja sama dengan Jamkeswatch mengenai advokasi kebijakan.
4. Akan diadakan diskusi jamkeswatch dengan KPAI mengenai isu-isu yang yang seharusnya dibahas per 2 bulan sekali yang hasilnya akan dijadikan rekomendasi kepada pemerintah, DPR, dan Media.
5. Segala data-data permasalahaan harap dilengkapi benar-benar tidak dalam bentuk lisan, dan dihimpun oleh Pramudia
6.KPAI siap membantu terkait pembuatan kartu kesehatan masyarakat tidak mampu dan anak anak termasuk akte kelahiran, data dapat dihimpun oleh Tatan
7. KPAI siap membantu hal-hal yang bersifat emergency terkait permasalahan dengan anak 24 jam terbuka.

Banyaknya masyarakat yang kurang paham terkait regulasi dan hak-hak mereka sebagai pasien dan warga negara membuat mereka menjadi rentan menjadi korban peraturan(Jhole).

Pos terkait