Pratomo Hadinata: Pengurus Serikat Pekerja Harus Terus Belajar dan Tidak Berhenti Berbuat Baik

Pratomo Hadinata: Pengurus Serikat Pekerja Harus Terus Belajar dan Tidak Berhenti Berbuat Baik

Semarang, KPonline – Ketua PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF, Pratomo Hadinata, menekankan pentingnya peningkatan ilmu, kerendahan hati, dan semangat berbuat baik dalam menjalankan organisasi serikat pekerja.

Hal tersebut disampaikan Pratomo saat memberikan sambutan dalam Rakernik II PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF yang digelar di Azana Hotel, Semarang, Minggu (13/9/2026).

Dalam sambutannya, Pratomo menilai tema Rakernik II, “Ilmu yang Tinggi, Hati yang Rendah dan Kebaikan yang Tidak Berujung,” memiliki makna yang sangat dalam bagi seluruh jajaran organisasi.

Menurutnya, menjadi bagian dari organisasi berarti tidak boleh berhenti belajar. Pengurus maupun anggota harus terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan agar mampu menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang terjadi.

Pratomo secara khusus menyinggung dinamika yang dihadapi industri otomotif. Menurutnya, perkembangan industri harus menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran organisasi, sehingga peningkatan kapasitas dan pengetahuan menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

“Kita berorganisasi jangan sampai puas dengan apa yang telah kita dapatkan hari ini. Belajar itu harus terus dilakukan,” tegas Pratomo.

Baginya, ilmu yang tinggi harus menjadi bekal untuk memahami perkembangan situasi dan menentukan langkah organisasi. Namun, ilmu tersebut tidak boleh membuat seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain.

Pratomo mengingatkan bahwa semakin tinggi ilmu yang dimiliki, seseorang justru harus semakin mampu menjaga kerendahan hati.

Ia menyoroti pentingnya kemampuan pengurus untuk tetap mendengarkan lingkungan sekitar, terutama suara anggota. Jangan sampai kemampuan dan pengetahuan yang semakin tinggi justru membuat seseorang lupa untuk menerima masukan.

“Ketika kita sudah mendapatkan ilmu yang tinggi, terkadang kita lupa mendengarkan teman-teman sekitarnya, lupa mendengarkan teman-teman anggota,” ujarnya.

Sementara itu, makna “kebaikan yang tidak berujung” menurut Pratomo berkaitan erat dengan hakikat organisasi serikat pekerja sebagai organisasi sosial.

Ia mengajak seluruh jajaran PUK untuk tidak pernah lelah memberikan kebaikan kepada sesama pekerja. Kepedulian dan kemauan untuk membantu menjadi salah satu kekuatan yang membuat organisasi tetap hidup.

“Jangan sampai kita bosan memberikan sebuah kebaikan. Melakukan sebuah kebaikan. Karena organisasi serikat pekerja adalah organisasi sosial,” ungkapnya.

Pratomo juga berharap Rakernik II mampu menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan organisasi. Ia ingin hasil pembahasan Rakernik dapat menjadi pijakan agar PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF ke depan semakin solid dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.

Pesan Pratomo tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh jajaran organisasi. Bahwa perjuangan serikat pekerja tidak hanya membutuhkan keberanian untuk bergerak, tetapi juga membutuhkan pengetahuan untuk memahami persoalan, kerendahan hati untuk mendengarkan, dan ketulusan untuk terus memberikan manfaat. (sup)