Moch. Abidin Dorong Penguatan Organisasi dan Kaderisasi di Rakernik II PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF

Moch. Abidin Dorong Penguatan Organisasi dan Kaderisasi di Rakernik II PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF

Semarang, KPonline – Ketua PC SPAMK FSPMI Kabupaten/Kota Semarang, Moch Abidin, mendorong jajaran pengurus dan anggota PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF untuk terus memperkuat organisasi melalui budaya belajar, kaderisasi, pengembangan organisasi, serta kepedulian terhadap persoalan pekerja dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Abidin dalam sambutannya pada pelaksanaan Rakernik II PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF yang digelar di Azana Hotel, Semarang, Minggu (13/9/2026).

Abidin mengapresiasi pelaksanaan Rakernik II sebagai momentum penting bagi pengurus untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat arah kerja organisasi. Menurutnya, rapat kerja bukan sekadar agenda formal, tetapi harus menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman pengurus terhadap organisasi dan berbagai persoalan yang dihadapi kaum pekerja.

“Harapannya setelah Rakernik ini teman-teman semakin antusias dan peduli. Yang awalnya tidak mau belajar terkait mekanisme organisasi, setelah Rakernik ini diharapkan memahami metode maupun ketentuan dan aturan yang ada,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa seorang pengurus tidak cukup hanya hadir dalam rapat, tetapi harus memahami program kerja dan isu yang sedang diperjuangkan organisasi. Pengurus harus mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan setiap program ketika berhadapan dengan anggota maupun pihak lain.

Menurut Abidin, perkembangan regulasi ketenagakerjaan yang terus berubah menjadi alasan penting bagi serikat pekerja untuk terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan.

“Undang-undang ketenagakerjaan terus berubah. Kita harus terus belajar terkait undang-undang itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Abidin juga menyinggung pentingnya keberadaan serikat pekerja dalam memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana jaringan perjuangan FSPMI, dalam hal ini mengambil contoh di pilar Jamkeswatch, dapat membantu pekerja yang menghadapi persoalan jaminan kesehatan. Baginya, keberadaan organisasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita hadir, selesai. Itu kebanggaan yang luar biasa dari kita selalu seperti FSPMI, memang pilarnya seperti itu,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tema Rakernik II, khususnya pesan tentang kebaikan yang tidak berujung. Perjuangan organisasi, kata Abidin, bukan hanya tentang kepentingan internal anggota, tetapi juga bagaimana kehadiran organisasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas. (sup)