PMI Bekasi Ajak Komunitas Thalasemia Adakan Kemping Untuk Jalin Silaturahmi

  • Whatsapp

Subang, KPonline – Ditengah situasi yang memilukan ketika anak-anak Thalasemia harus membutukan asupan darah untuk bertahan hidup. Stok darah yang minim bukan hal yang baru untuk mereka, namun apalah daya mau apa yang dikata. Cinta kasih komunitas ditunjukan dari beberapa Thalasmania seperti, K’PAS SPC, SWAT, Sasigi, PMI Bekasi, dan Jamkeswatch.

Kegiatan yang dilakukan para komunitas Thalasemia memberikan warna yang berarti bagi para penyandang Thalasemia yang ada di Bekasi.

Bacaan Lainnya

Disaat kekompakan itu muncul agenda pun dikonsepkan oleh beberapa panitia untuk melakukan kegiatan ‘Fun Camp’ yang dilakukan dicurug Sadim, Kabupaten Subang yang dimulai tanggal 03-04 Oktober 2020.

Tepat pukul 10:40 wib rombongan pun tiba di tempat tujuan, dan langsung mendirikan tenda sesuai kebutuhan. Ada haru bercampur gembira ketika melihat anak penyandang Thalasemia dikumpulkan dalam sebuah acara kemping.

Dinginnya keadaan di curug Sadim seolah-olah menjadikan penyejuk diri dibalik harapan yang selama ini dinantikan. Namun disisi lain penyandang Thalasemia pun merasa terhibur dengan diagendakannya acara tersebut.

Menurut keterangan Irman selaku ketua panitia menjelaskan adanya kegiatan yang dilakukan bukan sekedar hura-hura namun hal ini justru dilakukan untuk menjaga semangat kekeluargaan yang selama ini tertanan dari para komunitas Thalasemia yang ada di Bekasi.

“Agenda seperti memang sering dilakukan selain untuk membawa anak-anak Thalasemia berbahagia, namun di sisi lain untuk menjaga semangat kekeluargaan para komunitas yang tergabung di dalamnya. Anak-anak kami di sini beragam ada yang mesti satu bulan sekali untuk melakukan transfusi darah,” ungkap Irman kepada Koran perdjoeangan, Minggu(04/10/2020).

Tepat di malam minggu walau sempet diguyur hujan sebentar panitia terus melaksanakan acara dengan membuat api unggun sesuai ‘Rundown’ acara yang sudah dikonsepkan.

Terlihat kebersamaan antar komunitas yang mengelilingi api unggun karena ketika acara tuker kado sambil mengelilingi api unggun. Peserta diwajibakan memegang kado yang sudah disiapkan dari rumah untuk saling ditukar dengan peserta lainnya.

“Kado yang dipegang diputar setelah peserta membentuk lingkaran sambil mengelilingi api unggun, dengan diiringi musik. Malam ini momen untuk kita bersama, secara tidak langsung bisa menghibur anak-anak penyandang Thalasemia yang selama ini membutuhkan darah,” terang salah satu panitia.

Setelah acara tuker kado, panitia pun memberikan intruksi untuk segera membuka kado di tempat itu juga yang disaksikan api unggun sedang menyala. Sangat beragam isi kado yang dibingkiskan mulai dari sendal, gelas, aksesoris, dan makanan ringan, hingga yang lainnya dibungkusnya dijadikan kado.

Keesokan harinya para peserta pun melanjutkan agendanya melakukan senam pagi bersama yang dilanjut dengan acara lainnya. Pasca nyebur ke air terjun para peserta ‘Fun Camp’ yang bertajuk ‘Bersatu Kita Saling Menguatkan’ akhirnya berakhir hingga pukul 11:10 WIB hingga bergegas untuk kembali menuju pulang.

Penulis: Jhole
Foto: Jhole

Pos terkait