Peserta Demo : Kami Tidak Merasa Dikorbankan, Justru Aksi Ini Harus Dilakukan, Karena Omnibus Law Lebih Berbahaya Daripada Corona

  • Whatsapp

Surabaya, KPonline – Ditengah santernya netizen yang ramai-ramai memberitakan di laman media sosialnya bahwa buruh sedang di “korbankan” atas aksi unjuk rasa yang terjadi saat ini (Kamis, 16/07/2020) di berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satu peserta aksi yang berhasil di wawancarai oleh team KPOnline di lapangan saat aksi berlangsung, ternyata membantah dan tidak sepakat akan hal tersebut.

Bacaan Lainnya

Masrukin namanya, dia adalah salah satu anggota massa aksi yang sehari-harinya adalah seorang buruh/pekerja di salah satu pabrik di Kota Surabaya.

Saat pertama kali di sodori pertanyaan tersebut, Masrukin langsung melemparkan senyum kecil sambil lanjut memberikan penjelasan singkatnya kepada KPOnline.

“Hahahaa.. Netizen sotoy (sok tau) itu mas, keliatan banget kalau mereka itu kalangan masyarakat penikmat zona nyaman yang hidupnya garing.” Ujar Masrukin yang juga akrab di panggil Tedjo oleh rekan-rekannya.

Pria kelahiran asli Trenggalek – Jawa Timur itu pun, melanjutkan penjelasan singkatnya terkait pentingnya aksi ini di lakukan dan tidak pernah merasa sekalipun di korbankan, karena dia yakin dampak Omnibus Law di masa yang akan datang, lebih berbahaya dari pada Corona.

“Hingga saat ini, saya sama sekali tidak pernah merasa di korbankan, meskipun harus panas-panasan dan bertaruh dengan kesehatan saya sendiri di situasi pandemi seperti ini, karena jika aksi seperti ini tidak di lakukan, maka dampak kebijakan Omnibus Law kedepannya akan lebih berbahaya daripada Corona, jika produk hukum tersebut sampai disahkan.” Jelas Masrukin.

Menurut kabar, memang seluruh RUU yang ada di dalam cluster Omnibus Law saat ini, tujuan awalnya di rancang untuk mendatangkan investor sebanyak-banyaknya ke Indonesia, sehingga segala cara sepertinya di lakukan oleh pemerintah untuk mempermudah regulasi yang ada, meskipun resikonya harus mereduksi hak-hak pekerja ataupun masyarakat pada umumnya.

(Bobby – Surabaya)

Pos terkait