Perundingan UMSK  Masih Alot, FSPMI Karawang Kawal Perundingan Sektor Logam Tahun 2019 di Hotel Swiss Belinn Karawang

Perundingan UMSK Masih Alot, FSPMI Karawang Kawal Perundingan Sektor Logam Tahun 2019 di Hotel Swiss Belinn Karawang

Karawang, KPonline – Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kawal jalan nya perundingan UMSK Karawang yang masih alot untuk Sektor Logam Dasar, Barang Logam, Mesin khusus bukan otomotif Tahun 2019. Selasa, 12/03/2019.

Perundingan UMSK Karawang untuk Logam Dasar, Barang Logam, dan Mesin khusus bukan otomotif di laksanakan di sebuah Ruangan Meeting Onyx Lantai 2 Hotel Swiss Belinn, Kab. Karawang yang di hadiri kurang lebih 20 orang dari perwakilan PUK PUK SPL FSPMI Kab. Karawang, Perwakilan dari FSPLEM SPSI, FSPEK-KASBI, dan PPMI.

Perundingan UMSK ini sesuai dengan Undangan dan jadwal yang telah di sepakati dari pihak Serikat Pekerja yang tergabung di KBPP (Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan) dengan Pihak Apindo Karawang.

Perundingan UMSK Masih Alot, FSPMI Karawang Kawal Perundingan Sektor Logam Tahun 2019 di Hotel Swiss Belinn Karawang

Perundingan kali ini membahas terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Karawang untuk Sektor Logam Dasar dan juga membahas Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif yang telah di sepakati Waktu nya di lakukan secara bersamaan. Perundingan ini di hadiri oleh Unsur Asosiasi Pengusaha Sektor Logam Dasar, Barang Logam dan Mesin Khusus bukan otomotif 2 orang dari 4 orang yaitu Bapak Yuntadi dan Bapak Sutopoh dari Pengusaha SSK, dan dari Unsur Serikat Pekerja Sektor Logam Dasar, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif yaitu dari FSPMI, FSP LEM SPSI, PPMI dan FSPEK KASBI yang tergabung dalam KBPP berjumlah 8 orang yaitu Bung Fadjar Setiawan dari FSPMI, Ahmad Nurdih dari FSPMI, Hendra Kurniawan dari FSPEK KASBI, Diding Nahrudin dari FSPEK KASBI, Iyon Kuswandi dari FSPLEM SPSI, Dibyo Winarno dari FSPLEM SPSI, Muhamad Ridwan dari PPMI, dan Sugeng Sulaksito dari PPMI.

Kedua belah pihak telah mengadakan perundingan penetapan UMSK Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif dengan hasil kesepakatan sebagai berikut yaitu :

1. Team Perunding Asosiasi Pengusaha Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif memberikan nilai UMSK 2019 Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif dengan menggunakan Nominal.

2. Nilai awal yang di ajukan oleh Asosiasi Pengusaha Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif dari Rp. 240.000,- Sampai dengan menjadi Rp. 300.000,-

3. Nilai awal yang di ajukan oleh Serikat Pekerja Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif dari Rp. 771.719,- Turun menjadi Rp. 500.000,-

4. Nilai tersebut di atas masih belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak dari Asosiasi Pengusaha Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif dengan Serikat Pekerja Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif

5. Keputusan dari hasil perundingan UMSK 2019 Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif pada hari selasa tanggal 12 Maret 2019 yang bertempat di Hotel Swiss Belinn masih Pending

6. Perundingan UMSK 2019 Sektor Logam, Barang Logam, Mesin khusus bukan Otomotif selanjutnya di laksanakan pada hari Kamis tanggal 14 Maret 2019 tempat dan waktu menyesuaikan.

Perundingan UMSK Sektor Logam ini berjalan dengan baik dan lancar yang di mulai dari Pkl 14.00 Wib sampai dengan Pkl 16.00 Wib, ada sedikit dari salah satu pihak buruh FSPMI bubar barisan setelah ada nya
pemaparan dan penjelasan yang di wawancarai oleh Crew Media Perjdoeangan sedangkan perundingan dari Ketua berunding dari FSPMI Bung Fadjar Setiawan. Sesuai instruksi PC SPL FSPMI Kab. Karawang Semua buruh Aksi Solidaritas, dukungan atau Support untuk team perunding UMSK Pengawalan Perundingan UMSK Sektor logam ini.

Harapan nya Fadjar Setiawan selaku Ketua Perunding Sektor Logam ini dari FSPMI mengatakan kepada awak Media Perdjoeangan Karawang ” Pada hari Kamis nanti Tanggal 14 Maret 2019 saya harapkan teman- teman massa aksi dari perwakilan Solidaritas untuk bisa Support lebih maksimal dalam artian kita ingin bahwa di Logam, kita bisa mencapai hasil yang maksimal jadi teman-teman di luar sana bisa support kita karena itu salah satu membantu kita team perunding mendorong dan memotivasi sehingga kita bisa yakin dan percaya diri ketika kita mengambil sikap dalam menentukan nilai ” jelasnya.(Hsn)

Facebook Comments

Comments are closed.