Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Serikat Pekerja FSPMI PT WIN Textile Tingkatkan Nilai Perjuangan dan Pembekalan Fikih Ibadah

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Serikat Pekerja FSPMI PT WIN Textile Tingkatkan Nilai Perjuangan dan Pembekalan Fikih Ibadah

Purwakarta, KPonline-Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAI FSPMI) PT. Win Textile menggelar acara pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam pada Minggu malam, 30/08/2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dipusatkan di Sekretariat FSPMI PT WIN Textile (Belakang Kantor Desa Kembangkuning) dan berlangsung penuh hikmat dengan dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota serikat pekerja, serta jemaah sekitar yang antusias menyimak siraman rohani dari penceramah Ustadz Ahmad Yusuf.

Bacaan Lainnya

Dalam uraian ceramahnya, Ustadz Ahmad Yusuf memaparkan perjalanan sejarah dan nilai-nilai perjuangan pada zaman Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam untuk diimplementasikan ke dalam kehidupan berorganisasi saat ini.

Beliau menegaskan bahwa dakwah dan pergerakan yang dicontohkan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam adalah bentuk nyata dari perjuangan menegakkan keadilan, membela kaum yang lemah, serta membangun soliditas antar sesama.

Semangat pengorbanan, konsistensi, dan keteguhan sikap Rasulullah beserta para sahabat menjadi teladan penting bagi para buruh dalam menjalankan roda organisasi serikat pekerja guna memperjuangkan hak-hak buruh secara adil, bermartabat, dan berlandaskan kebenaran.

Tak hanya mengulas sisi pergerakan dan perjuangan, Ustadz Ahmad Yusuf juga memberikan pembekalan fikih ibadah praktis melalui pembahasan bab bersuci. Materi yang disampaikan mencakup tata cara mandi junub yang benar sesuai petunjuk sunnah, hingga rukun dan penyempurnaan wudhu.

Penjelasan ini dinilai sangat penting mengingat kesucian fisik dan keabsahan bersuci merupakan syarat utama sebelum menjalankan ibadah ritual sehari-hari di tengah padatnya aktivitas kerja pabrik.

Di samping itu, Ustadz Ahmad Yusuf memberikan penekanan khusus mengenai krusialnya kedudukan sholat lima waktu sebagai tiang agama yang tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun. Beliau mengingatkan bahwa rutinitas jam kerja maupun kesibukan aktivitas perjuangan organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk melalaikan kewajiban sholat.

Kesucian lahiriah melalui thoharoh yang benar serta kedisiplinan dalam menjaga sholat diharapkan menjadi benteng spiritual utama agar setiap langkah ikhtiar, keringat, dan perjuangan pekerja senantiasa berada dalam naungan serta keberkahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pos terkait