Jakarta, KPonline–Exco Partai Buruh Jakarta Barat menggelar penyuluhan sekaligus bakti sosial bagi sekitar 14 tunawisma di kawasan Kampung Susun Kunir, Pinangsia, Taman Sari, Kota Tua, Minggu (30/8). Kegiatan ini dipimpin Jumadi bersama Nafisa, Andi, Odent, dan relawan Partai Buruh.
Penyuluhan difokuskan pada persoalan mendasar yang dihadapi tunawisma, mulai dari akses tempat tinggal, kepemilikan KTP, hingga kepesertaan BPJS Kesehatan. Bagi Partai Buruh, hilangnya identitas administrasi membuat banyak warga semakin sulit memperoleh layanan kesehatan, pekerjaan, dan perlindungan sosial.
Jumadi menegaskan keprihatinannya terhadap kondisi para tunawisma yang kerap tidak memiliki rumah, identitas, maupun jaminan kesehatan. Menurutnya, ketika mereka sakit, negara tidak boleh membiarkan mereka menghadapi persoalan itu sendirian.
“Konstitusi menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Artinya, negara wajib hadir memberikan perlindungan, bukan membiarkan mereka hidup tanpa kepastian,” tegas Jumadi.
Tunawisma merupakan kelompok masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal tetap dan layak, sehingga terpaksa hidup di jalanan, kolong jembatan, maupun ruang-ruang publik lainnya. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh kemiskinan, tingginya biaya perumahan, konflik sosial dan keluarga, serta urbanisasi tanpa dukungan pekerjaan yang memadai.
Melalui kegiatan ini, Exco Partai Buruh Jakarta Barat menyatakan komitmennya untuk terus mengawal hak-hak dasar masyarakat paling rentan dan mendorong pemerintah daerah agar menghadirkan solusi nyata berupa hunian layak, legalitas identitas kependudukan, serta jaminan kesehatan yang dapat diakses seluruh warga tanpa diskriminasi.