Bogor, KPonline — Dalam Pelaksanaan Leadership Camp Perempuan dan Pekerja Muda KSPI yang dilaksanakan di Pondok Kapilih Resort & Camp Pancawati Bogor pada Kamis-Jumat (20-22/08/2026), terdapat satu sesi khusus sebelum pelatihan dimulai yang dipimpin oleh Rusmiatun dari KSPI yaitu dibacakan Pernyataan Komitmen dan Pencegahan Terkait Pelecehan Seksual Berbasis Gender, Kekerasan dan Eksploitasi.
Pernyataan komintmen tersebut dibacakan oleh Vera, salah satu peserta Leadership Camp yang kemudian diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta yang hadir. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk penegasan prinsip bagi setiap individu yang hadir.
Dalam pernyataan tersebut, para peserta secara sukarela mernyatakan dan berkomitmen penuh untuk mematuhi seluruh ketentuan yang tertuang dalam kebijakan yang dibacakan tersebut ketika bekerja/menjadi sukarelawan untuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berpartisipasi dalam kegiatan KSPI.
Peserta menyatakan menyetujui secara sukarela dan berkomitmen untuk mematuhi ketentuan dalam Kebijakan Terkait Pelecehan Seksual Berbasis Gender, memahami aturan dan kebijakan yang bertujuan meminimalkan insiden pelecehan seksual, kekerasan seksual, eksploitasi seksual, atau pelecehan seksual.
Pembacaan komitmen ini menjadi poin krusial sebagai fondasi untuk menciptakan kenyamanan penuh, rasa aman, dan perlindungan bagi seluruh partisipan selama acara berlangsung. Melalui lingkungan yang kondusif ini, diharapkan target pelatihan yang telah ditetapkan oleh panitia dapat tercapai dengan maksimal.
Langkah progresif yang diambil dalam Leadership Camp ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembacaan ikrar semata, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata sekembalinya para peserta ke basis federasi dan tempat kerja masing-masing. Komitmen ini merupakan bagian integral dari upaya KSPI untuk membangun budaya organisasi yang sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi serta kekerasan, sehingga setiap pekerja, terutama perempuan dan anak muda, dapat beraktivitas dengan tenang dan produktif.
Panitia penyelenggara menegaskan bahwa dengan adanya kepastian jaminan keamanan dan kenyamanan ini, fokus pelatihan dapat sepenuhnya diarahkan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan dan pemahaman ideologi perjuangan serikat pekerja.
Hal ini sejalan dengan visi KSPI untuk mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki empati dan komitmen tinggi terhadap penegakan hak asasi manusia di lingkungan kerja. (Wiwik)