Pengabdian yang Sia-Sia

  • Whatsapp

Batam, KPonline – Kisah ini diceritakan oleh pak De. Sebut saja begitu.

Karena ada kabar dari kampung jika ada keluarganya yang meninggal, pak De harus meninggalkan Batam. Oleh karena itu, mau tidak mau, dia harus izin beberapa hari untuk tidak masuk kerja.

Dengan gugup, pak De meminta izin kepada atasannya. Hanya lisan, melalui sambutan telepon. Karena saat itu hari Minggu. Pabrik sedang tutup.

Atasannya mengizinkan untuk pulang kampung. Apalagi alasannya sangat mendesak: ada keluarga yang meninggal dunia.

Dia bergegas pulang. Meninggalkan Batam.

Saat masih di kampung, ada telepon dari perusahaan. Menanyakan, kapa akan kembali ke Batam.

“Besok, hari Jum’at saya kembali ke Batam,” jawabnya.

Hari Sabtu, 10 Maret 2018, dia bermaksud masuk kerja seperti biasa. Meskipun masih dalam suasana duka, dia kembali bekerja.

Tetapi, masalahnya, saat dia tidak bisa melakukan fingerprint. Pak De menanyakan hal ini ke HRD.

Barulah dia tahu, setelah pihak HRD memberikan penjelasan jika kontrak kerjanya sudah habis.

Dia disuruh tanda tangan kontrak kerja. Padahal, pak De sudah bekerja sejak tahun 2012. Dia juga sudah mendapat surat pengangkatan karyawan tetap (permanent) di tahun 2017. Lalu mengapa harus kontrak lagi?

* * *

Mendengar kisah ini, saya sedih. Apa yangn bisa dilakukan pak De dalam kondisi seperti itu? Jika tidak bersedia tanda tangan kontrak, padahal sudah pernah diangkat menjadi karyawan permanent, maka dia akan kehilangan pekerjaan.

Ibarat sudah jatuh ketimpa tangga.

Karena itulah, berserikatlah wahai buruh Indonesia. Sebelum kamu diperlakukan tidak ada adil. Agar ketika kamu mengalami nasib seperti yang dialami pak De, ada organisasi yang akan melakukan pembelaan.

Serikat pekerja adalah wakil buruh yang sah dalam di Republik Indonesia. Keberadaannya dilindungi undang-undang.

Hubungan baik dengan perusahaan hanyalah senyum palsu. Saat kamu tidak dibutuhkan lagi, akan ditendang dari perusahaan…

# Bangun kawan
# Berserikatlah
# Jangan nunggu tertindas baru berserikat