Pekerja Muda sebagai Ujung Tombak Serikat Pekerja

Bogor, KPonline – Mengingatkan semangat para pekerja muda, Bambang Suwarsono ketua panitia sekaligus salah satu pengurus PP ini menggelar acara Lanjutan Jambore Pekerja Muda pada Jum’at ( 11/01/2019) yang bertempat di Training Center FSPMI Bogor.Acara yang dimulai pada siang hari ini membuat para koordinator daerah yang ditunjuk menjadi sangat antusias untuk melanjutkan niatnya.

Acara yang semiformal ini terkesan santai namun tetap tertib.
Dengan dinyanyikan nya lagu Indonesia Raya dan Mars FSPMI sebagai pembuka semangat acara lanjutan ini.
Heriyanto selaku Ketua Umum PP SPAMK FSPMI pun tak lupa menyampaikan sambutannya setelah sambutan dari Ketua Koordinator Nasional, Tri Agung Setiawan.

Ketum, pria yang biasa mendapat sebutan itu agar terlihat akrab ini, lagi lagi mengingatkan tujuan digelarnya acara lanjutan ini, beliau menjelaskan betapa pentingnya adanya Koordinator Pekerja Muda ini.Begitu pun yang disampaikan oleh Tri Agung Setiawan, laki laki yang berkacamata ini, agar para koordinator ini bisa lebih serius menanggapi acara lanjutan pekerja muda.

Karena bekal yang dirasa kurang saat acara Jambore Pekerja Muda pada Kamis ( 05/12/2018)lalu,Bambang Suwarsono pun turut mengundang Kahar S Cahyono untuk menyelipkan pendidikan di bidang Informasi Komunikasi ( Infokom ),Media dan Propaganda.Karena beliau merasa untuk menjadi Koordinator Nasional perlu dibekali pendidikan tersebut.Dalam pendidikan nya Kahar S Cahyono sangat antusias, agar para koordinator pekerja muda bisa mantab dalam memberitakan issue-issue yang apik yang bisa meningkatkan informasi positif tentang Pekerja Muda.

Tidak ketinggalan pula pengetahuan tentang perempuan pun diberikan mengingat adanya beberapa koordinator wakil daerah masing masing ini.
Nur Khanifah salah satu pengurus bidang perempuan PPAMK ini menjadi pembicara yang menarik sehingga membuat para koordinator menjadi antusias untuk aktif bertanya jawab pada sore itu,tak sedikit pertanyaan yang dilontarkan dalam sore itu,hingga acara pun berakhir petang.

“Dengan adanya pekerja muda ini semoga tuntutan buruh perempuan bisa dicapai , contohnya : penyediaan ruang laktasi yang layak sesuai kriteria dan curi melahirkan 14 minggu bisa tercapai pada masing masing PUK dengan melewati beberapa kesulitan yang terjadi”, ujar ibu cantik dua anak ini. (Tride)