Pangkat Tertinggi Buruh Adalah PHK, Sudahkah Siap Menghadapi

Purwakarta, KPonline – Masa Pandemi Covid-19, banyak perusahaan tidak mampu beradaptasi dengan keadaan. Imbasnya, karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Tak hanya karena pandemi, PHK dapat terjadi kapan saja, baik saat sedang krisis ekonomi, atau ketika perusahaan tak mampu lagi beradaptasi dengan keadaan atau kalah teknologi, sehingga kompetitor lain menguasai pasar.

Selain dari itu, bila sudah batas umur atau memasuki usia pensiun, mereka pun akan mengalami PHK. Sehingga, bisa dikatakan PHK adalah pangkat tertinggi sebagai seorang pekerja atau buruh.

Bacaan Lainnya

Masalahnya sekarang dan menjadi pertanyaan adalah sudah siapkah sebagai pekerja atau buruh bila dihadapkan dengan hal tersebut? (PHK/Pensiun)

Bagi sebagian besar pekerja atau buruh, PHK kerap dianggap sebagai akhir dari segalanya. Namun, beberapa dari mereka justru menganggap bahwa PHK menjadi peluang karir kedua. Kondisi ini tergantung cara pandang orang itu sendiri.

Untuk menjadi sosok yang bukan lagi pekerja atau buruh yang mandiri dan tetap mempunyai penghasilan sendiri, maka dengan berbisnis mungkin salah satu jawabannya.

Kemudian, untuk selanjutnya tinggal menentukan bisnis apa yang akan digeluti dan kapan bisnis tersebut bisa dimulai.

Yang pasti mulailah sesegera mungkin saat masih hidup di telunjuk orang lain dan selanjutnya bisa lebih fokus lagi setelah ter- PHK atau pensiun nanti. Jika kamu mengulur waktu, maka yang ada hanya penyesalan tak berkesudahan di masa ter-PHK/ pensiun.

“Di pabrik boleh berhenti, tetapi tidak dengan kehidupan kita bersama keluarga. Banyak yang harus dibayar atau dibiayai”.

Listrik harus dibayar. Anak istri harus dibiayai. Belum lagi, berbagai keperluan hidup yang tidak bisa dinanti-nanti.

Pada intinya, jangan takut untuk memulai. Niat dan tekad bisa menjadi penentunya.

Daftar Sekarang

Pos terkait