Pak Dul Menikahkan Anaknya: “Mengikhlaskan dan Merelakan”

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Ayah adalah lelaki terpenting di kehidupan seorang anak perempuan. Cinta pertama laki-laki didapat dari sosok yang mengayomi dan menimangnya sedari bayi. Dialah ayah. Orang yang di balik kasar tangannya dan garang diam-diam menyimpan hati yang lembut dan penyayang.

Sosok yang mendidik dan menjaga sedari kecil, pada waktunya akan luluh juga hatinya ketika melihat anak perempuannya hendak dipinang dan menikah dengan pria lain
MENGIKHLASKAN DAN MERELAKAN anak perempuanya untuk menikah adalah hal yang cukup sulit dilakukan oleh seorang ayah.

Seperti yang terjadi di Bekasi, pria berusia 56 tahun ini hanya sanggup meyaksikan dan sesekali menatap anaknya dengan berkaca-kaca lalu kembali diam.

Dia lah Pak Dul Latief atau sering di panggil Pak Dul, Pria kelahiran Tegal (26 Desember 1962) ini untuk pertama kalinya menginjakan kaki di Bekasi pada tahun 1985.

Mengawali usaha dengan membuka Waung Nasi (Warteg) bersama istrinya Sairah (55 tahun) untuk menghidupi keluarganya, namun krisis moneter membuatnya berhenti melanjutkan usahanya.

Sempat kerja serabutan yang akhirnya pada tahun 2007 mengantarkan Pak Dul ke Gedung Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi di Jalan Yapink Putra No.10 Tambun, sejak itulah Pak Dul mengabdikan dirinya untuk FSPMI dengan memberikan jasanya untuk menjaga Gedung Buruh tersebut di malam hari, kesahariannya beiau membersihkan toilet, ruang rapat dan ruang kerja serta menyiapkan konsumsi rapat para aktivis buruh.

Di gedung yang dia rawat setiap harinya menjadi saksi pernikahan anak perempuannya, anak bungsu yang setiap hari mengurus dan menemani di usia senjanya dan sebentar lagi akan meninggalkannya untuk menemani dan mengurus suaminya.

Hari ini, Senin (3/09/2018) akhirnya datang juga. Saat dimana Pak Dul harus melihat putrinya terbalut dalam gaun pengantin yang cantik. Gadis kecilnya telah tumbuh dewasa. Dan sesudah ijab kabul ini, Pak Dul sudah tidak menjadi penjaganya.

Kesedihan Pak Dul dan Keluarga tidak berlangsung lama karena para aktivis buruh FSPMI dari mulai Obon Tabroni, Riden Hatam Aziz, Yudi Winarno, Slamet, Baris Silitonga, Supriyatno, Amier Machfouz, Soekamto, Masrul, Nurdin Muhidin, Nur Fahrurrozi, Nono, Suleman, Eko Purnomo, para pengurus DPP, PP, PC dan PUK se Bekasi hadir menghibur dan memberi selamat atas pernikahan putrinya Pak Dul.

Sikap yang terpuji dari para Pimpinan FSPMI yang begitu menghargai jasa-jasa Pak Dul harus menjadi tauladan kita semua.Tanpa memandang status dan strata sosial, jasa-jasa Pak Dul untuk FSPMI Bekasi dan itu mungkin di anggap sepele, tapi tidak oleh para Pimpinan FSPMI bahkan mereka mengapresiasi atas kontrbusi besar Pak Dul buat organisasi.

Tidak heran ketika Konsulat Cabang dan para pengurus Pimpinan Cabang FSPMI Bekasi dua hari sebelumnya sibuk menata dan mendekorasi ruangan Konsolidasi di sulap menjadi Ruangan Resepsi Pernikahan, pada hari pelaksanaannya para Staf dan pengurus PC SPA berbagi tugas,ada yang menjadi penerima tamu(Indrayana), MC (Hendi/Abah), Penerima Pengantin Pria (Haji Aburrahman), Saksi Pernikahan (Soekamto dan Obon Tabroni), Penyedia makanan (Hapsari,Ani,Ika dan Syifa), Merias Pengantin (Wiwik), Pengiring Pengantin Wanita (Nur Fachrurozi), Pembaca Alquran (Parman), Penyanyi dadakan ( Nono, Supriyatno, Wiwik, Soleh, Ali Garmet), Tukang Foto (Aep Risnandar), Tukang cuci piring dan bersih-bersih, Tim Hora-hora.

Profesi sementara diatas membuktikan bahwa aktivis buruh bisa jadi apa saja alias multi talen..haha…!

Menjelang malam, penulis menghampiri Pak Dul dan bertanya tentang harapan Pak Dul atas pernikahan putrinya.Dengan berkaca-kaca Pak Dul menyampaikan pesan,harapan dan doanya.

”Semoga mereka bahagia,hidup langgeng sampai tua,sukses dunia dan akhirat,kalau sudah sukses jangan lupa sama orangtua,” kata Pak Dul dengan suara serak karena menahan tangis.

Meski begitu, dia berusaha tetap tegar sambil menyeka air mata yang mengalir denga tangannya yang mulai keriput. Ayah dari empat orang anak itu lantas melanjutkan petuahnya untuk pasangan yang baru menikah tersebut.