Pahami Hukum Perburuhan, PUK SPL FSPMI Asianet Spring Indonesia Adakan Pendidikan Dasar Advokasi

Bekasi, KPonline – PUK SPL FSPMI PT. Asianet Spring Indonesia mengadakan pendidikan dasar advokasi yang dihadiri oleh beberapa anggota pilihan, Minggu (23/01/2022), bertempat di Hotel Ibis Style Jababeka, Cikarang, Bekasi.

Diadakannya pendidikan dasar advokasi ini bertujuan agar adanya kaderisasi dan penanaman keilmuan advokasi terhadap anggota. Materi-materi yang disampaikan tentang pemahaman dasar perburuhan yang kerap kali terjadi perselisihan.

Bacaan Lainnya

Setelah mengikuti pendidikan, anggota diharapkan bisa melakukan advokasi atau pendampingan ketika kaum pekerja sedang mengalami perselisihan industrial.

Heri, salah satu staf PC SPL FSPMI Bekasi mengungkapkan bahwa agenda yang dilakukan saat ini adalah pertama kalinya PUK SPL mengadakan Pendidikan Dasar Advokasi. Menurutnya, banyaknya masalah dalam perburuhan itulah fakta yang saat ini sering terjadi.

“Jangan anggap sepele dengan bukti kecil sekecil apapun, contoh kecil perihal slip gaji, itu bisa dijadikan suatu bukti di pengadilan nanti ketika berselisih. Sekecil apa pun data kita yang berkaitan dengan perusahaan jika perlu dikumpulkan, saya yakin kawan-kawan di sini yang punya slip gaji dari pertama masuk kerja hingga saat ini belum tentu ada yang punya, pasti sudah pada hilang,” ungkap Heri penuh tanya.

Lanjut Heri, hal yang seperti ini terkadang tidak dihiraukan oleh kaum pekerja, termasuk Surat Keputusan (SK) pengangkatan karyawan, padahal itu dokumen sangat penting.

“Jangan pernah memberikan atau membuat surat pernyataan ketika punya permasalahan dengan perusahaan, silahkan bisa berkonsultasi dengan Pimpinan Unit Kerja (PUK). Kawan-kawan bisa saja ngeyel ketika memang pihak perusahaan sengaja mencari kesalahan-kesalahan kita sebagai pekerja,” tambahnya dengan senyum.

Penting sekali sebelum melakukan advokasi, atau pendampingan untuk memahami terlebih dahulu apa itu advokasi serta perbedaan dari advokasi yang basisnya Litigasi (di dalam pengadilan), dan advokasi Non Litigasi (di luar pengadilan).

Hal yang sama disampaikan oleh salah satu peserta yang mengikuti latihan dasar advokasi, dimana pentingnya pengetahuan tersebut.

“Saya berharap pendidikan dasar ini bisa dilakukan secara berkala mengingat pentingnya pengetahuan tentang advokasi. Dengan mengikuti latsar ini saya jadi banyak mengetahui banyak ilmu, apa lagi yang menyampaikan ahli hukum perburuhan itu sendiri,” kata salah satu peserta yang hadir.

Pos terkait