Opini

Organisasi Adalah Tempatnya Orang Orang Dengan Tuntunan Dan Tuntutan

Bandung, KPOnline – Sangat miris memang kehidupan yang di jalani terutama oleh buruh. Jangankan untuk bisa hidup sejahtera, untuk sedikit saja loyal/setia terhadap organisasi (organisasi buruh/serikat pekerja) rasanya sulit karena setiap hari diliputi rasa takut terhadap management perusahaan yang sewaktu waktu bisa saja memberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja.

Bukan tanpa sebab memang. Dari hasil penulusuran dan analisis Tim Media Perdjoeangan Bandung Raya terhadap beberapa karyawan pabrik yang ada di kawasan Cimahi dan Bandung, banyak ditemukan karyawan yang berstatus PKWT/Karyawan Kontrak yang masa kerjanya lebih dari 5 s/d 10 tahun yang menjadi anggota dari serikat pekerja namun tidak memahami mengapa mereka berada dalam serikat pekerja tersebut.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab.Yang pertama adalah faktor pengurus organisasi. Ada sebagian oknum organisasi/serikat pekerja yang hanya mewajibkan anggotanya cukup dengan membayar iuran /COS (Check Of System) saja tanpa memberikan pendidikan dan pengetahuan tentang organisasi, terlebih tentang Undang Undang Ketenagakerjaan.

Anggota diberikan jaminan dapat terus bekerja dan ada istilah kontrak kerja seumur hidup sehingga membuatnya terbuai tanpa pernah memikirkan bahwa suatu hari nanti mereka pasti akan diberhentikan dari perusahaan tersebut.

Ilustrasi buruh ( image : Google)

Yang kedua adalah faktor dari perusahaan. Banyak terjadi intimidasi yang dilakukan oleh pihak management perusahaan, Kepala Bagian, Supervisor ataupun Kepala Shift untuk menakuti agar karyawan tersebut tidak berorganisasi ataupun hanya memilih organisasi yang memang pro/memihak terhadap perusahaan. Intimidasi tersebut dilakukan baik dengan omongan ataupun dengan tindakan memberhentikan sementara/dirumahkan (ada istilah Jeda) karyawan tersebut paling sedikit 30 hari. Bahkan jika perusahaan menghendaki, karyawan tersebut bisa langsung di PHK sepihak tanpa memberikan hak hak dari karyawan tersebut.

Yang ketiga adalah faktor dari anggota/karyawan itu sendiri. Seringkali anggota serikat pekerja bersikap masa bodoh dan tidak mau tahu tentang pentingnya memahami keberadaan dari organisasi. Mereka menganggap dengan membayar iuran saja sudah lebih daripada cukup tanpa perlu tau hak dan kewajiban seorang anggota/seorang karyawan (ada istilah menitip nasib). Mereka tak pernah ingin mengikuti pendidikan ataupun berpartisipasi dalam kegiatan yang menyangkut perburuhan. Mereka hanya berfikir masih bisa tetap bekerja dan jika tersandung masalah dengan pihak perusahaan, masih ada pengurus dari serikat pekerja yang menyelesaikannya. Lebih dari itu ada anggota yang hanya ingin memanfatkan organisasi sebagai tameng jika tersandung masalah saja, jika dalam keadaan baik baik saja anggota tersebut lebih memilih untuk tidak berserikat. Mereka berfikir organisasi tak ubahnya sebuah tempat yang bebas untuk bisa masuk jika dalam kondisi terancam oleh perusahaan dan bebas keluar jika kondisi aman aman saja.

Organisasi serikat pekerja adalah tempatnya orang orang yang penuh tanggung jawab, yang mau berjuang atas dasar keikhlasan dengan tuntunan UU Ketenagakerjaan dan tuntutan hak yang sesuai dengan UU demi kesejahteraan orang banyak.(Boy)