Omah Perjuangan Kedatangan Pejuang Sosial dari Semarang dan Jawa Barat

  • Whatsapp

Surabaya, KPonline – Tak ada angin tak ada badai, dan datang tak diantar, pulang pun tak dijemput, tiba-tiba Omah Perjuangan, kedatangan para pejuang sosial Jamkeswatch dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, yakni Rismanto, Antoni (Bogor), Safrodin “Saprol”, Antoni (Karawang), Lilik (Jateng), Sabtu (18/08/2018).

“Sebenarnya kemarin bang Indra (relawan Jamkeswatch Bogor) juga sempet mau ikut, cuma beliau masih dampingi orang sakit,” ujar Antoni.

Mereka datang jauh-jauh ke Jawa Timur dalam rangka untuk menghadiri agenda Paskoglatik (Pasukan Kopi Gelas Plastik) yang kebetulan pada kesempatan kali ini diadakan di kota Pasuruan – Jawa Timur.

Melalui jalur darat dan memakai kendaraan roda 4 (mobil), mereka ber – lima memutuskan untuk singgah sebentar ke basecamp sederhana di omah yang juga merupakan simbol perjuangan buruh Surabaya – Sidoarjo ini.

“Bang Obon (Vice Presiden FSPMI.red) kemarin kesini dan foto di depan banyak piala tuh dimana ya Bang?” Tanya Rismanto seraya penasaran akan keberadaan spot tersebut.

Sebagaimana diketahui, Obon Tabroni beberapa saat yang lalu juga sempat mampir ke Omah Perjuangan, yang dimana beliau saat itu mampir dalam rangka untuk mengisi materi tentang pendidikan sosial dan politik di salah satu rumah makan di Pasuruan.

Kedatangan rombongan relawan Jamkeswatch di tempat tersebut pun juga turut di sambut langsung oleh Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kota Surabaya, Doni Ariyanto, yang juga memang bertempat tinggal dan menetap di gubuk sederhana itu.

Perbincangan tentang tokoh-tokoh pejuang FSPMI terdahulu di bekasi dan sedikit pembahasan tentang politik terkait banyaknya perangkat FSPMI yang terjun sebagai caleg terus mengalir diantara mereka.

“Banyaknya kader perangkat FSPMI yang terjun di dunia politik saat ini, bisa jadi bagus untuk kedepannya, namun bisa juga sebaliknya, karena FSPMI akan di tinggal oleh orang-orang yang saat ini masih belum bisa tergantikan di pos mereka masing-masing, dan semoga internal FSPMI sudah mengantisipasi hal tersebut.” Ujar Doni, dalam perbincangan santai saat itu.

Selang beberapa waktu usai menyantap sarapan, mereka pun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pasuruan, karena di tempat tersebut para rombongan sudah di tunggu oleh salah satu anggota “Emak-Nya” (ibu.red) Garda Metal FSPMI Jawa Timur asal Pasuruan yang juga anggota Paskoglatik yakni Prantik Muslika. (Bobby – Surabaya)