Obon Tabroni Hadir Dalam Konsolidasi Akbar, Ini yang Disampaikan

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Selasa (19/11/2019) Obon Tabroni aktivis buruh yang juga sebagai anggota DPR RI dari Komisi IX, menghadiri Konsolidasi Akbar FSPMI Bekasi. Bertempat di Omah Buruh Kawasan EJIP , Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya Obon menyampaikan bahwa untuk mengatasi persoalan defisit anggaran BPJS Kesehatan sebenarnya ada banyak konsep yang bisa dilakukan, selain menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Bacaan Lainnya

Ada banyak hal yang sebetulnya bisa dilakukan oleh BPJS Kesehatan tanpa harus menaikan iuran. Contoh yang paling gampang atau mudah untuk dilakukan.

Jumlah Buruh formal di Indonesia, data dari Kementerian Tenaga Kerja saat ini,kurang lebih 55 juta sekian, Buruh formal. Dan yang baru terdaftar di BPJS Kesehatan hanya 35 juta sekian, atau 20 juta pekerja yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan, kalau itu di maksimalkan.

“Anggap upah rata-rata Buruh sebesar 2 juta. Iuran BPJS 5% atau 100rb.Dana yang bisa BPJS maksimalkan adalah 100rb X 20 juta = 20 Triliun tiap bulan. Dan dipastikan buruh-buruh formal itu, tingkat ketaatan mengiurnya tinggi. Karena apa? Mereka (buruh) sebelum menerima upahnya pun, sudah di potong. Defisit 35 Triliun masih bisa teratasi dengan solusi tersebut”, imbuhnya.

” Masalah biaya di Rumah sakit masih tinggi, dua tahun yang lalu, istri saya melahirkan di Perum Telaga Murni, biayanya hanya 600 ribu, anggap satu juta rata-rata untuk melahirkan dengan normal. Di RS Dokter selalu mendorong untuk melakukan cesar dalam proses melahirkan (kondisi saat ini). Cesar itu, sekarang biayanya berapa? 7 sampai 10 juta. Artinya ada selisih biaya yang cukup besar, kalau itu bisa di minimalkan maka, tanpa harus menaikan iuran BPJS Kesehatan. Kecukupan anggaran masih sangat memungkinkan”, sambung pria yang tidak mau di panggil ‘Pa Dewan’ ini.

“Untuk saat ini, kita fokus untuk kelas tiga (Peserta BPJS Kesehatan). Apa yang akan terjadi kedepannya adalah kelas satu akan pindah ke kelas tiga dan kelas dua akan pindah menjadi ke-kelas tiga, ini trennya yang terjadi saat ini. Pastinya BPJS Kesehatan akan kewalahan juga. Karena masalah itu”, pungkas Bang Obon.
(Yacobus)

Pos terkait