Surabaya, KPonline — Puluhan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI FSPMI) menggelar aksi di kantor PT. ISS Indonesia yang berlokasi di Gedung Graha Pena, Jalan Ahmad Yani No. 88, Surabaya, Kamis (30/4/2026).
Aksi ini menuntut pihak perusahaan segera membayarkan kekurangan upah kepada Achmad Aly Fikri dan 15 pekerja lainnya yang hingga kini belum diselesaikan.
Dalam orasinya, Slamet Raharjo, SH selaku Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Surabaya menegaskan bahwa massa aksi tidak akan membubarkan diri sebelum ada kepastian dari pihak manajemen.
“Kami tidak akan bubar dari sini sampai ada penyelesaian. Bahkan kami siap mendirikan tenda perjuangan dan bertahan hingga tuntutan dipenuhi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa solidaritas antar pekerja menjadi kunci dalam perjuangan ini. Dengan semangat kebersamaan, para buruh berkomitmen untuk terus bertahan hingga hak mereka dipenuhi.
Aksi tersebut sempat diwarnai kekecewaan karena perundingan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 13.30 WIB tidak menghasilkan kesepakatan. Massa menilai pihak manajemen tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan.
Sebagai bentuk tekanan, massa aksi kemudian menutup akses masuk Gedung Graha Pena, termasuk untuk kendaraan roda dua. Mereka juga menyerukan kepada anggota PUK SPAI Surabaya, termasuk yang sedang bekerja pada shift pagi dan malam, untuk bergabung dalam aksi tersebut.
Slamet menambahkan, apabila tidak ada kesepakatan hingga malam hari, massa akan tetap bertahan di lokasi hingga pukul 00.00 WIB dan bahkan bermalam sebagai bentuk keseriusan perjuangan.
Sementara itu, Ahmad Musta’in, SH selaku Ketua PUK SPAI FSPMI PT ISS Indonesia Jatim Surabaya mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses negosiasi yang dinilai tidak membuahkan hasil meski berbagai opsi telah dibahas.
“Kami tidak anti dialog atau negosiasi, tetapi manajemen terkesan tidak serius. Waktu kami terbuang sia-sia tanpa hasil yang jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah penutupan akses masuk merupakan bagian dari strategi awal dalam perjuangan buruh untuk menuntut hak mereka.
Serikat Pekerja juga mengingatkan bahwa jika tuntutan ini tidak segera dipenuhi, aksi serupa akan meluas ke berbagai klien PT. ISS Indonesia di wilayah Surabaya.
Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian perjuangan buruh menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), dengan harapan hak-hak Pekerja dapat dipenuhi secara adil oleh Perusahaan.



