Menjegal Omnibus Law

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Begitu diputuskan melakukan aksi besar-besaran, saat itu juga mesin organisasi dipanaskan. Konsolidasi akbar dilakukan.

Hanya selang sehari setelah Konsolidasi Nasional. Banten mendapat giliran pertama.

Berita terkait

Dalam konsolidasi kali ini, DPP menjelaskan dampak omnibus law bagi kaum buruh. Tidak hanya dihadiri Presiden dan Sekjend. Pimpinan Pusat dari masing-masing sektor pun turun gunung.

Rapat akbar seperti ini harus menjadi tradisi. Tujuannya, agar apa yang dipikirkan di atas nyambung hingga ke bawah. Begitu pun sebaliknya. Mereka yang berada di atas tahu apa yang diinginkan oleh struktur di bawahnya.

Namanya juga rapat. Tujuannya adalah agar tidak ada jarak. Semua mendekat. Perbedaan yang menganga disatukan. Solid dalam satu barisan.

Dalam konsolidasi ini, semua sepakat pada satu hal. Ribuan buruh akan mendatangi DPR RI pada tanggal 20 Januari 2020 nanti.

Tidak hanya Banten. Konsolidasi seperti ini akan dilakukan di berbagai daerah. Hingga satu sama lain akan saling terkoneksi. Tergabung dalam satu aspirasi.

Pesannya jelas. Omnibus law tidak diinginkan oleh kaum buruh. Apalagi narasi yang dibangun pemerintah terkait keberadaan beleid ini justru merugikan mereka. Para pekerja.

“Kumpulkan sisa-sisa keberanianmu,” demikian bung Said Iqbal pernah menegaskan.

Kalau kalian melihat betapa gegap gempitanya mereka menyambut seruan untuk menghadang omnibus law, jelas itu bukan sisa-sisa. Tetapi dengan sepenuh tenaga. Kesadaran yang nyaris paripurna.

Dan ketika seseorang bergerak dengan kesadarannya, ia tak bisa dihentikan. Panjang umur perlawanan. Maju terus; ora urus…

Berita terkait