Meningkatkan Skill dan Kompetensi Perburuhan, PC SPL FSPMI Tangerang Gelar Pendidikan

Bogor, KPonline – Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kota/Kab Tangerang dan Tangerang Selatan mengadakan Pendidikan Lex Spesialis (Upgrade Skill) yang akan digelar selama 2 hari yaitu Sabtu-Minggu, 12-13 Oktober 2019.

Sebanyak 30 peserta pendidikan yang hadir merupakan perwakilan dari Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPL FSPMI se-Tangerang Raya dan biaya pendidikan tersebut dibiayai secara swadaya oleh para peserta.

Bacaan Lainnya

Meski melewati waktu yang sangat jauh, namun tak mengurangi semangat mengikuti rangkaian demi rangkaian acara yang sudah disajikan dalam waktu yang cukup singkat.

Tujuan Pendidikan ini, upaya meningkatkan skill pengurus PUK untuk menghadapi tantangan hubungan industrial ke depannya dan sekaligus menjalankan salah satu program bidang pendidikan PC SPL FSPMI Tangerang Raya.

Menurut Joko Witono, tantangan buruh ke depannya semakin berat, oleh karena itu pendidikan sangat penting bagi semua khususnya pengurus agar mampu mengadvokasi dalam perselisihan hubungan industrial ditingkat PUK. Ucapnya saat menjadi trainer di Training Center FSPMI, Cisarua, Bogor. Sabtu kemarin (12/10)

Ia pun menjelaskan ke seluruh peserta terkait dasar-dasar dan penjabaran undang-undang buruh seperti UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003,
UU PPHI No. 2 Tahun 2004
dan UU Serikat Pekerja/Serikat Buruh (Kebebasan Berserikat) No. 21 Tahun 2000.

Sementara itu, Sekretariat Umum PC SPL FSPMI Tangerang Raya Kristian Lelono, mengungkapkan bagaimana masalah Administrasi selalu menjadi hal yang tak terpisahkan.

“Saat kita mengadvokasi ke jalur hukum tentunya yang utama dipersiapkan dalam proses tersebut adalah Administrasi. Seperti surat menyurat, mengumpulkan data hasil perjanjian bersama, risalah perundingan dan sebagainya. Ungkap Kristian

“Dan kebanyakan hal itu dianggap sepele dan disaat dibutuhkan tidak ada arsipnya”. Tegasnya

Ke depannya, seluruh pengurus PUK dapat menyimpan data-data penting tersebut, agar sewaktu-waktu diperlukan mudah dicari dan dapat dijadikan bukti saat perselisihan hubungan industrial di pengadilan. Tambahnya

Dalam pendidikan tersebut, nampak hadir Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Provinsi Banten Tukimin yang memenuhi undangan sebagai Trainer.

Ia memaparkan materi terkait dengan hasil Refreshing Course Provinsi Banten beberapa waktu yang lalu.

“Banyak hal, yang diulas saat refreshing course kemarin, bagaimana sejarah lahirnya FSPMI secara Nasional, dari sejak berdirinya di Garut Tahun 1999 dan sampai sekarang sudah menggelar kongres sebanyak 5 kali. Kata Tukimin

Disamping itu, banyak capaian-capaian FSPMI misalnya di Banten tahun 2019 menjadi daerah pertama yang menikmati upah sektoral. Ucapnya

Strategi dalam pergerakan untuk berjuang, dulu kita menerapkan Konsep, Lobby, Aksi (KLA) dan seiring waktu kini ditambah dengan P yg artinya Politik. Dan sekarang disebut KLA-P.

Diakhir materinya, ia mengajak seluruh peserta yang sebagian besar adalah pengurus, bahwa tantangan perjuangan buruh semakin berat dan sulit. Maka dibutuhkan dukungan, kontribusi dari semuanya, mari kita bergerak, berjuang bersama-sama dan bergerak dengan sehormat-hormatnya. Pungkas Tukimin

By Chuky

Pos terkait