Mengenal Afiliasi KSPI: ASPEK Indonesia

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) merupakan pelaku sejarah yang turut merasakan pasang surutnya Konfederasi tercinta ini.

Sepanjang perjalanan sebagai Afiliasi KSPI, kemajuan dari tahun ke tahun semakin terasa pesat. Berbagai Aliansi yang dibentuk KSPI baik secara nasional maupun internasional turut meningkatkan posisi tawar ASPEK sebagai anggotanya. Tingginya posisi tawar ini terasa “menggetarkan” meja-meja perundingan hingga di tingkat daerah.

Eskalasi gerakan ini terus meningkat dengan bergabungnya tidak kurang dari 30 serikat pekerja ke dalam ASPEK sepanjang 5 tahun ini. Keterwakilan ASPEK di lembaga ketenagakerjaan baik di nasional dan wilayah tidak lepas dari kerjasama seluruh Afiliasi KSPI. Meski demikian pemerataan keterwakilan di lembaga ketenagakerjaan harus mendapat perhatian khusus ke depannya.

Irama pergerakan KSPI berada pada frekuwensi yang sama dengan ASPEK. Berbagai issu perjuangan yang menjadi konsentrasi utama ASPEK berhasil diangkat sebagai issu utama nasional di seluruh Afiliasi dan Aliansi KSPI. Jaminan Sosial, Outsourcing khususnya di BUMN, tolak upah murah menjadi serangkaian issu besar yang sukses diperjuangkan. Perjuangan issu upah ASPEK melalui survey independen KHL menjadi lebih bermanfaat ketika hasil survey tersebut menjadi salahsatu referensi nasional. Banyaknya issu perjuangan yang meningkatkan frekuwensi aksi massa menjadikan ASPEK cukup “kuwalahan.” Meski demikian gairah aksi massa di internal ASPEK semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Konsolidasi internal menjadi salah satu pekerjaan besar yang sedang dilakukan ASPEK di periode 2014-2018. Setelah mengalami berbagai pasang surut hingga dilaksanakan Kongres Luar Biasa di tahun 2014 perbaikan terus dilakukan. Saat ini ASPEK sedang membangun kembali DPW di seluruh wilayah Indonesia. Aceh, Medan, DKI, Jawa Barat, Banten, Jogja, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Makassar menjadi serentetan wilayah yang telah terbentuk kepengurusan DPW. Konsolidasi di daerah khususnya terkait dengan KSPI di tingkat daerah perlahan akan segera kembali pulih.

Berbagai perbaikan harus dilakukan bersama untuk masa depan KSPI. Banyaknya issu yang memang harus direspon mengharuskan pula untuk KSPI menambah sumber daya manusia. Sehingga setiap perjuangan issu dapat maksimal dan tuntas diselesaikan.

Strategi Konsep dan Lobi dirasa tidak lagi seimbang dengan frekuwensi aksi di sepanjang 2 tahun terakhir. Partisipasi federasi khususnya dalam kepengurusan DEN menjadi evaluasi bersama untuk memilih personel yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu perlu adanya penjelasan hingga di tingkat daerah terkait sikap politik oposisi yang diambil oleh KSPI.