Mencetak dan Merawat Kader Pemimpin

Bogor, KPonline, – Dalam dunia perburuhan yang saat-saat ini semakin kompleks, dibutuhkan kader-kader pemimpin kaum buruh yang kuat, tangguh dan militan dalam menghadapi persoalan dan permasalahan ketenaga kerjaan yang semakin hari semakin berat.

Kader-kader pemimpin kaum buruh, bisa saja tercipta dari situasi dan kondisi dunia perburuhan yang seringkali menghadapi gelombang kekuatan global, yang secara terus menerus menerpa kaum buruh. Tidak hanya melalui proses seleksi alam, pencetakan kader-kader pemimpin kaum buruh pun bisa juga dilakukan melalui pendidikan-pendidikan perburuhan. Karena, melalui pendidikan perburuhan, kaum buruh bisa meningkatkan pengetahuan dan juga keahlian mereka yang lain.

Bacaan Lainnya

Seperti yang diungkapkan oleh Nani Kusmaeni, Vice President FSPMI Departemen Pendidikan kepada Media Perdjoeangan, pada saat Workshop Organizing di Pelangi Hotel and Resort, 24 Juni 2020. “Mencetak dan menciptakan kader-kader pemimpin kaum buruh, tidak hanya sekedar mencetak atau hanya sekedar menciptakan. Akan tetapi, kita pun harus bisa merawat, dan juga meningkatkan pengetahuan dan keahlian kader-kader pemimpin tersebut. Agar kader-kader pemimpin buruh tersebut, juga mampu mencetak dan menciptakan kader-kader berikutnya,” tutur Nani Kusmaeni.

Khusus kader-kader pemimpin dari perempuan, sudah seharusnya mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sedikit lebih istimewa. Karena sudah menjadi rahasia umum, bahwa kaum buruh khususnya kaum buruh perempuan, seringkali jarang menyentuh pendidikan-pendidikan perburuhan. Dengan berbagai macam alasan tentunya, seperti kesibukan sebagai buruh, ditambah lagi dengan tugas ganda sebagai ibu rumah tangga, menjadi enggan untuk mengikuti pendidikan karena tidak diajak atau diundang, atau malu untuk maju dan tampil didepan orang banyak. Atau mungkin juga karena hal-hal yang bersifat feminis lainnya.

Terkait hal merawat kader-kader pemimpin buruh, khususnya dari kaum perempuan, sudah seharusnya pemimpin-pemimpin kaum buruh yang saat ini sedang memimpin pergerakan kaum buruh, memberikan kesempatan kepada kaum perempuan yang seluas-luasnya. Agar regenerasi kader-kader pemimpin, khususnya kaum perempuan, agar terus bergulir dan terus tumbuh. (RDW)

 

Pos terkait