Memaknai Aksi di Kemnaker RI

Massa aksi memadati halaman kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, untuk menolak upah murah, Rabu (24/10/2018).

Jakarta, KPonline – Aksi di Kementerian Ketenagakerjaan baru saja ditutup. Peserta pulang ke tempat asalnya masing-masing.

Usai? Tidak. Justru ini baru mulai. Para peserta aksi pasti merekam apa yang disampaikan para orator. Mencerna dan menyimpannya dalam pikiran.

Mereka akan menyampaikan pada buruh-buruh lain saat ditanya apa hasil aksi hari ini. Lalu terjadilah diskusi. Permasalahan upah menjadi pembicaraan.

Kebijakan upah, bagi buruh adalah masalah penting. Ketika pemerintah menekan tingkat kenaikan upah, itu akan menjadi kabar buruk bagi pemerintah.

Buruh yang marah akan memberikan hukuman dengan tidak memilihnya dalam Pemilu.

Oleh karena itu, memaknai aksi di Kemnaker RI bukan sekedar apa yang terjadi sepanjang hari ini. Dalam dunia yang tersambung secara digital, tentu ia akan menyebar. Ia harus dimaknai secara politis, historis, juga sosiologis.