Karawang, KPonline – Dalam rangka mempersiapkan agenda strategis organisasi, Pengurus Unit Kerja (PUK) SPLP FSPMI PT Saranacentral Bajatama Tbk menggelar rapat pengurus pada Jumat malam, 24 Juli 2026, bertempat di Perum Cengkong Sari Indah Blok M No. 22, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.
Rapat yang berlangsung mulai pukul 18.30 WIB hingga 21.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PUK SPLP FSPMI PT Saranacentral Bajatama Tbk, Ridwan Abdul Aziz, didampingi Sekretaris Hasan, Bendahara Dede Firman Mutalib, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pendidikan Mochammad Anggara Kusumah, serta Wakil Ketua Bidang Pekerja Muda dan Pemberdayaan Perempuan Eka Permana.
Agenda utama rapat membahas persiapan pertemuan dengan manajemen perusahaan terkait pembukaan Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2026–2028 serta Perundingan Upah Pekerja Tahun 2027.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pertemuan awal dengan manajemen akan dilaksanakan pada awal Agustus 2026, bertepatan dengan jadwal penghentian sementara operasional mesin untuk perbaikan oleh Departemen Engineering. Pertemuan direncanakan berlangsung di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Ketua PUK SPLP FSPMI PT Saranacentral Bajatama Tbk, Ridwan Abdul Aziz, menegaskan bahwa rapat ini merupakan langkah awal untuk menyatukan visi dan strategi pengurus sebelum memasuki meja perundingan dengan perusahaan.
“Kami ingin memastikan seluruh pengurus memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam memperjuangkan kepentingan anggota. Perundingan PKB dan perundingan upah bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui dialog yang konstruktif dan profesional,” ujar Ridwan.
Menurutnya, PUK akan mengawali proses perundingan dengan pembahasan tata tertib, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan draft PKB yang telah disusun. Fokus utama akan diarahkan pada pasal-pasal mengenai kesejahteraan pekerja yang dinilai masih perlu ditingkatkan dibandingkan dengan PKB periode sebelumnya.
Selain itu, PUK juga telah menyusun strategi perundingan upah Tahun 2027. Pembahasan tata tertib direncanakan dimulai pada awal Desember 2026 dengan target seluruh proses perundingan selesai pada akhir Desember, setelah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat mengenai kenaikan upah.
“Kami berharap pada tanggal 1 Januari 2027 seluruh pekerja PT Saranacentral Bajatama Tbk sudah menerima upah baru sesuai hasil kesepakatan bersama. Oleh karena itu, seluruh tahapan perundingan harus dipersiapkan secara matang agar dapat berjalan efektif dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kedua belah pihak,” lanjutnya.
Selain membahas agenda perundingan, rapat juga menyepakati pembentukan Inkopbumi PUK sebagai langkah memperkuat bidang ekonomi organisasi. Ke depan, bidang ekonomi PUK akan berkoordinasi dengan Inkopbumi Pusat di bawah DPP FSPMI untuk mengembangkan program-program yang dapat memberikan manfaat bagi anggota.
Dalam pembahasan usulan PKB, pengurus turut merumuskan sejumlah poin yang akan diperjuangkan, di antaranya pengaturan cuti bagi pekerja yang harus mendampingi anggota keluarga yang sakit, peningkatan tunjangan transportasi, peningkatan fasilitas makan karyawan, penyesuaian tunjangan jabatan, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan lainnya.
Menutup rapat, Ridwan mengajak seluruh jajaran pengurus untuk tetap menjaga soliditas organisasi dan mengedepankan musyawarah dalam setiap langkah perjuangan.
“Kekuatan organisasi terletak pada kekompakan pengurus dan kepercayaan anggota. Selama kita bersatu, bekerja secara terukur, dan mengedepankan dialog yang baik, saya optimistis perjuangan ini akan menghasilkan PKB yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh pekerja PT Saranacentral Bajatama Tbk,” pungkasnya.



