Makna Idul Adha dan Hakekat Qurban

Makna Idul Adha dan Hakekat Qurban

Bekasi, KPonline – Gema takbir berkumandang membahana menggetarkan seantero negeri. Masjid Jami Al Maunah RW08 Asri Pratama pun tak luput dari hiruk pikuk menyambut hari Raya Idul Adha 1445 H.

Pada Senin (17/6/2024) sholat Idul Adha digelar di Masjid Al Maunah dan jamaah meluap hingga kejalan raya dengan Imam sholat Idul Adha KH. Ismet Saputra dan Khotib oleh ust. Husein dari pondok pesantren Darul Ikhlas.

Pada Idul Adha kali ini cukup antusias warga Asri Pratama yang menyalurkan hewan kurbannya melalui DKM AL Maunah, tercatat pada panitia ada sebanyak 10 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Semua akan dipotong dan rencananya dibagikan kepada warga masyarakat RW08 Asri Pratama dan sekitarnya dengan harapan semua merasakan berkah Idul Adha 1445 H.

Hakikat qurban Idul Adha adalah bahwa kita harus kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah. Karena manusia dan jin tidaklah diciptakan, kecuali untuk beribadah.

Sebagaimana ujian Allah kepada nabi Ibrahim, hikmah dari segala peristiwa qurban tidak lain tidak bukan adalah untuk memperoleh ridha Allah melalui ibadah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah Allah.

Namun, tidak sekadar ibadah, kita harus ikhlas dalam menjalankan setiap perintah Allah. Kalau tidak, apa yang kita kerjakan dan menurut kita ibadah, itu menjadi sia-sia karena tidak dilakukan dengan ikhlas. Inilah hakikat dari peristiwa qurban dalam idul adha.

Serbagaimana arti kata qurban yang bermakna qarib atau dekat kepada Allah, maka hakikat kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Karena itu, makna qurban dalam pengertian Islam adalah bentuk pendekatan diri kita kepada Allah melalui lantaran hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih.

“Dengan begitu, kita merelakan sebagian harta kita yang sebetulnya milik Allah untuk orang lain. Ini menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah. Syaratnya, dalam qurban kita harus benar-benar untuk mencari ridha Allah, bukan untuk yang lain. Inilah hakikat qurban dalam Islam yang sebenarnya,” terang ustadz Husein. (Yanto)