Make Amazon Pay, Kampanye Global Minta Pertanggungjawaban Amazon

Jakarta,KPonline – Sehari setelah Thanksgiving, masyarakat Amerika Serikat (AS) akan merayakan Black Friday. Seperti namanya, Black Friday jatuh setiap Jumat terakhir di bulan November

Black Friday atau Jumat Hitam menjadi hari libur tidak resmi bagi banyak karyawan. Saat Black Friday, toko-toko akan memberikan penawaran khusus dan diskon besar-besaran yang sayang untuk dilewatkan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, tak jarang para penjual akan membuka gerai lebih lama dari biasanya untuk memikat pembeli.

Sebagai langkah lain dari kampanye global di sektor tekstil, garmen, sepatu, dan kulit, IndustriALL bergabung dalam aksi global melawan Amazon bersama dengan UNI Global Union, ITUC, Oxfam, Tax Justice Network, dan lainnya untuk meminta pertanggungjawaban Amazon.

Antara lain, menuntut Amazon mengubah kebijakannya dan membayar pekerja sejalan dengan meningkatnya kekayaan korporasi, memperkenalkan waktu istirahat yang memadai untuk memastikan kerja yang aman, memperpanjang cuti sakit berbayar untuk semua pekerja, mengakhiri pengberangusan serikat pekerja, menghormati hak pekerja untuk berorganisasi dan segera hentikan segala bentuk mata-mata terhadap pekerja dan organisasi.

Kampanye ini diluncurkan dua tahun lalu dan untuk Black Friday tahun ini akan ada aksi, pemogokan, dan protes di lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

Amazon Fashion adalah merek yang berkembang dalam mata rantai pasokan garmen global. Perusahaan telah menjadi peritel pakaian terkemuka di Amerika Serikat bagi pembeli pakaian jadi, mengalahkan Target dan Walmart.

Rantai pasokan Amazon tersebar di seluruh dunia dengan produksi di Bangladesh, China, Malaysia, India, Sri Lanka, Turki, dan Vietnam.

Nazma Akhter, presiden Sommilito Garments Sramik Federation dan anggota komite pengarah IndustriALL TGSL, mengatakan:

“Pekerja garmen, seperti yang saya wakili, sering bekerja keras untuk membengkakkan pundi-pundi Amazon tanpa pengakuan apa pun bahwa kami bahkan adalah pekerja Amazon. Amazon adalah pemberi kerja langsung terbesar ketiga di dunia, tetapi ketika Anda memperhitungkan kami dalam rantai pasokan, itu bahkan lebih besar. Di tempat kerja kita dapat menghadapi pelecehan seksual dari manajemen dan viktimisasi ketika kita mencoba berorganisasi dalam serikat pekerja melawan kekerasan itu dan untuk upah dan kondisi yang lebih baik.”

Karenanya ia para pekerja, serikat pekerja, serikat pekerja global, dan aktivis yang mengambil tindakan pada hari ini (25/11) untuk menunjukkannya solidaritas untuk pekerja Amazon di seluruh dunia.

Pos terkait