Subang, KPonline – Semangat penguatan kepemimpinan perempuan terus dibangun dalam agenda Solidarity Camp Perempuan SPAMK FSPMI yang digelar di Campervan Park Sari Ater, Subang, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026) malam.
Tepat pukul 20.00 WIB, Hanifah, salah satu perempuan yang berada dalam jajaran Departemen Perempuan sekaligus pengurus PP SPAMK FSPMI, hadir sebagai pemateri dengan membawakan materi tentang leadership atau kepemimpinan.
Bagi Hanifah, leadership tidak boleh dipahami sebatas jabatan, posisi, atau kemampuan memberikan instruksi. Kepemimpinan jauh lebih luas, yakni kemampuan untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, menginspirasi, mengambil keputusan, serta membangun kekuatan kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Konsep tersebut sejalan dengan pemahaman leadership yang menempatkan kepemimpinan bukan sekadar kekuasaan, melainkan kemampuan membangun visi, hubungan, dan keputusan yang berdampak bagi organisasi.
Dalam konteks organisasi buruh, materi tersebut menjadi penting. Perempuan tidak cukup hanya menjadi bagian dari jumlah anggota organisasi, tetapi harus memiliki keberanian untuk memimpin, mengambil peran strategis, menyampaikan gagasan, mengorganisir anggota, dan menentukan arah perjuangan.
Kepemimpinan juga menuntut keteladanan. Seorang pemimpin harus mampu berkomunikasi, mendengarkan aspirasi anggota, memahami persoalan di lapangan, berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut. Bahkan kemampuan memimpin diri sendiri menjadi salah satu fondasi penting sebelum seseorang memimpin orang lain.
Karena itu, Solidarity Camp Perempuan SPAMK FSPMI bukan sekadar kegiatan berkumpul atau membangun solidaritas. Agenda ini menjadi ruang pendidikan, pembentukan karakter, sekaligus kaderisasi kepemimpinan perempuan.
Hanifah menempatkan leadership sebagai bagian penting dari perjuangan organisasi. Sebab organisasi yang kuat tidak boleh bergantung pada segelintir pemimpin. Organisasi harus terus melahirkan kader-kader baru yang mampu meneruskan estafet perjuangan.
Di tengah tantangan gerakan buruh yang semakin kompleks, keberadaan pemimpin perempuan yang memiliki kapasitas, keberanian, integritas, dan kepedulian menjadi kebutuhan, bukan sekadar pelengkap struktur organisasi.
Solidarity Camp Perempuan SPAMK FSPMI menjadi salah satu ruang untuk memastikan bahwa perempuan bukan hanya hadir dalam perjuangan, tetapi juga tampil sebagai penggerak dan pemimpin perjuangan.