LDK Serikat FSPMI PT Hino Motors Manufacturing Indonesia Resmi Ditutup, Pengurus Nasional Garda Metal Tekankan Persatuan sebagai Kekuatan

LDK Serikat FSPMI PT Hino Motors Manufacturing Indonesia Resmi Ditutup, Pengurus Nasional Garda Metal Tekankan Persatuan sebagai Kekuatan

Subang, KPonline–Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari di Curug Capolaga, Kabupaten Subang.

Prosesi penutupan berlangsung melalui upacara yang dipimpin oleh Sulistianto dan Mujianto selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian pelatihan yang bertujuan membentuk kader-kader pemimpin serikat pekerja yang tangguh, solid, dan memiliki komitmen terhadap organisasi.

Dalam sambutannya, M. Nurfahroji yang mewakili tim trainer dan juga sekaligus pengurus Nasional Garda Metal FSPMI menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pengurus, dan panitia yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Ia menegaskan bahwa pelatihan bukan hanya menjadi sarana peserta untuk belajar, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para trainer.

“Kami dari tim trainer juga belajar bersama kawan-kawan. Proses ini bukan hanya memberikan materi, tetapi saling bertukar pengalaman untuk membangun organisasi yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Nurfahroji, PUK SPAMK FSPMI PT Hino memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang berkualitas dan budaya kekeluargaan yang kuat. Ia berharap kondisi tersebut terus dijaga sebagai fondasi utama dalam memperkuat organisasi.

“Hino memiliki SDM yang luar biasa. Canda, tawa, dan keakraban yang terlihat selama pelatihan justru menunjukkan adanya rasa kekeluargaan. Nilai seperti inilah yang sangat dibutuhkan organisasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan struktur organisasi mulai dari tingkat PUK, Koordinator Daerah, Konsulat Cabang hingga pimpinan nasional merupakan kekuatan yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat perjuangan serikat pekerja.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kekuatan terbesar gerakan buruh bukan terletak pada kemampuan individu ataupun figur para pemimpinnya.

“Kekuatan buruh bukan karena hebat dalam hukum, bukan pula karena adanya Ketua Konsulat Cabang, Panglima Nasional Garda Metal, atau Koordinator Daerah. Kekuatan sesungguhnya adalah persatuan dan kesatuan seluruh anggotanya,” tegasnya.

Nurfahroji juga berpesan agar seluruh kader mampu menjaga soliditas organisasi ketika menghadapi berbagai dinamika di internal. Perbedaan pendapat, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun jangan sampai berkembang menjadi perpecahan.

“Silakan berdebat, silakan berbeda pendapat. Itu bagian dari demokrasi organisasi. Tetapi jangan sampai muncul kubu-kubu yang justru melemahkan organisasi. Jika organisasi terpecah, kondisi itu akan menguntungkan pihak manajemen dan menjadi ancaman bagi kekuatan serikat pekerja,” pesannya.

Ia berharap seluruh pengurus, termasuk Ketua PUK Suryadi Gurning beserta jajaran kepengurusan dan kader lapis kedua, mampu menjaga kebersamaan yang telah dibangun selama pelatihan.

Menutup sambutannya, Nurfahroji mewakili seluruh tim trainer menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan pelatihan masih terdapat kekurangan. Ia kemudian secara simbolis mengembalikan mandat pelaksanaan pelatihan kepada Pimpinan Unit Kerja yang diwakili oleh Elvan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan selama dua hari ini. Semoga silaturahmi tetap terjaga, terus saling menyapa dan terus menguatkan perjuangan dimana pun kita bertemu. Semoga ilmu yang diperoleh dalam LDK ini menjadi bekal untuk melahirkan pemimpin-pemimpin serikat pekerja yang mampu menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan mengawal perjuangan kesejahteraan anggota di masa mendatang,” pungkasnya.