Kupas Tuntas Masalah di Refreshing Course Garda Metal Bandung Raya

Bandung,KPonline – Menindak lanjuti amanat Musda,Garda Metal Bandung Raya (GMBR) pada hari Sabtu (21/9/2019) di Bale Rancage, Kp.cireundeu Kec.Cimahi Selatan, GMBR mengadakan sebuah acara yaitu “Refreshing Course” dengan mengangkat tema “Satu Harapan,Satu Gerakan,Satu Darah FSPMI.

Acara sengaja diadakan pada malam hari dengan tujuan agar suasana malam bisa lebih menenangkan supaya peserta Refreshing Course bisa lebih fokus dan diharapkan feel dari acara tersebut bisa didapat.

Acara dihadiri oleh perangkat KC,PC,Media Perdjoeangan Bandung Raya serta Jamkeswatch. Jujun Juansah selaku ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Bandung Raya dalam sambutannya mengatakan, “Sesuatu yang luar biasa telah dilakukan oleh Garda Metal Bandung Raya,diskusi sekelas Refreshing Course bisa dilaksanakan oleh GMBR dengan persiapan yang minim serta waktu yang mendadak tetapi aura pergerakan bisa dirasakan” tuturnya.

Dia juga berpesan kepada peserta yang hadir dalam acara tersebut agar dalam menghadapi isu-isu perburuhan,semua elemen buruh khususnya GMBR tetap konsisten dalam perjuangan ke depannya. ” Diam itu bukan emas,tetapi diam itu adalah tertindas” sambungnya.

Hendrayana Hendri selaku ketua PC-SPAI FSPMI Bandung Raya, menjelaskan asal muasal perkembangan FSPMI yang dulunya adalah organisasi kecil. “FSPMI lahir dan terinsfirasi dari obrolan-obrolan kelas bawah yang dari keluh kesah nya kaum marjinal maka lahirlah FSPMI,dan seiring berjalan waktu serta massive nya pergerakan tersebut maka organisasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menjadi organisasi yang besar” tuturnya.

Garda Metal adalah salah satu pilar organisasi FSPMI yang sekaligus menjadi Icon organisasi FSPMI. Yayan Mulyana selaku Pangkorda Garda Metal Bandung Raya (GMBR) dalam evaluasi dan diskusi yang dipimpinnya pada acara akhir Refreshing course itu dia menjelaskan apa yang menjadi hambatan ghiroh perjuangan GMBR saat ini. “Kita Garda Metal sebagai Pilar Organisasi seyogyanya harus berperan aktif serta tetap konsisten dalam setiap kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh GMBR sehingga Garda Metal ini menjadi salah satu pilar yang sangat militan dan besar.

Dalam diskusi tersebut dibahas tetang keaktifan anggota GMBR serta membahas terkait struktur jalur komunikasi agar setiap pilar,sektor,PC,KC dan anggota terhindar dari mis komunikasi dan agar senantiasa terjalin koordinasi yang baik antar semua elemen organisasi dari pusat hingga akar rumput.  Sehingga setiap intruksi dari  perangkat bisa terkoordinir dengan baik. Komunikasi secara intens harus selalu dilakukan antar perangkat agar koordinasi antara semua elemen organisasi dapat tetap balance.

Semakin malam acara semakin hidup,dengan banyak nya pembahasan serta banyak nya sharing dari peserta yang hadir. Point penting dari hasil diskusi dan evaluasi Refreshing Course itu adalah mengenai permasalahan yang timbul selama ini, adalah menyangkut masalah koordinasi yang disinyalir sebagai efek dari melemah nya perjuangan FSPMI Bandung Raya.

Harapan dari semua Garda Metal Bandung Raya yang hadir yaitu agar struktur perangkat di internal agar senantiasa membantu kinerja GMBR.

Tetap semangat Garda Metal Bandung Raya, jangan sampai daun gugur dari pohon nya. (Zenk/Bandung)