KPBI Kecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian dan PHK Massal Terhadap Buruh Smelting

Massa aksi FSPMI di Kemnaker saling dorong dengan polisi, Jumat (16/6/2017).

Jakarta, KPonline – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian terhadap buruh Smelting yang sedang melakukan aksi di Kementerian Ketenagakerjaan, tanggal 16 Juni 2017 kemarin. Selain itu, KPBI juga mendukung perjuangan buruh Smelting.

Aksi buruh Smelting yang dikoordinir oleh Serikat Pekerja FSPMI-KSPI adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap PHK massal yang dilakukan oleh perusahaan PT. Smelting kepada 309 buruhnya.

KPBI menilai bahwa mem-PHK buruh sebagai bentuk balasan terhadap aksi buruh yang sedang menuntut hak normatif adalah merupakan kejahatan kemanusiaan.

Perusahaan PT. Smelting telah melakukan tindakan diskriminatif terhadap penerapan upah pekerja di Smelting. Diskriminasi yang dimaksud adalah soal kenaikan upah pekerja yang hanya 5% sementara untuk level atas kenaikan upahnya mencapai 170%. Perbedaan itulah yang memicu para buruh untuk melakukan aksi mogok kerja yang berujung PHK oleh perusahaan.

Ketua Umum KPBI Ilhamsyah berpendapat bahwa pemerintah harus segera menyelesaikan kasus PHK di Smelting sebagai bentuk perlindungan negara terhadap korban PHK. Aksi buruh Smelting di Kemenaker harus ditanggapi dengan sikap afirmatif dan rasa kemanusiaan, bukan malah ditanggapi oleh represifitas dan tindakan brutal aparat kepolisian.

Ilhamsyah juga menyerukan kepada seluruh serikat buruh dan gerakan rakyat yang lainnya untuk saling bersolidaritas terhadap buruh korban PHK dan terus membangun Persatuan, karena solidaritas dan persatuan adalah kekuatan bagi kaum buruh untuk melawan kedzaliman kaum pengusaha. (Mcl_Ocm)