Ketua Umum PP SPAMK FSPMI Heriyanto Paparkan Idealisme Pekerja Muda

Ketua Umum PP SPAMK FSPMI Heriyanto Paparkan Idealisme Pekerja Muda

Bogor, KPonline – “Setiap anggota SPAMK-FSPMI harus memiliki sikap dan tindakan yang peduli terhadap buruh-buruh yang lain. Loyal dan militan terhadap organisasi, sehingga timbullah rasa solidaritas sesama buruh,” ungkap Heriyanto selaku Ketua Umum PP AMK-FSPMI dalam sambutannya di Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI.

Rentetan kisah dan cerita suka duka dalam jejak langkah dan mengarungi gelombang dahsyat dalam berorganisasi di serikat pekerja.

Secara berurutan, lika-liku berorganisasi beliau paparkan didepan seluruh peserta Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI yang diselenggarakan di Grand Cempaka Resort, Cipayung, Bogor.

“Cita-cita dari setiap orang, hampir rata-rata menginginkan hidup bahagia, sejahtera, selamat dunia akhirat. Tapi bagaimana caranya agar kita dapat mendapatkan itu semua?” Kata Heriyanyo.

“Seperti halnya di dalam serikat pekerja, tidak ada keberhasilan yang didapatkan tanpa rencana yang baik. Karena akan ada banyak faktor yang merubah dari cita-cita kita tersebut,” lanjutnya.

Lebih jauh dia mengatakan, “Kita ada di organisasi ini karena kebutuhan kita. Kebutuhan agar cita-cita dan apa yang kita harapkan untuk mendapatkan kesejahteraan. Dan salah satunya adalah melalui serikat pekerja.”

Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI ini merupakan program kerja dari PP AMK-FSPMI yang memang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari.

Yaitu dalam rangka menghadapi perubahan dalam dunia industri, yang pada saat ini sedang mengalami perubahan menuju Industri Digitalisasi. Hal tersebut harus segera disikapi oleh kaum buruh, khususnya para pekerja muda yang bekerja di sektor otomotif.

Dampak negatif dari penggunaan Smart Factory yang sudah mulai berkembang di Eropa, adalah Pemutusan Hubungan Kerja. PHK ini akibat pengurangan tenaga manusia, dimana efektifitas robotisasi dirasa lebih menggunakan para kapitalis yang serakah.

Dampak negatif akibat digitalisasi, komputerisasi dan juga robotisasi dalam proses produksi, terutama di sektor otomotif, dalam rangka mengkonsolidasikan keuntungan bagi diri mereka sendiri, dengan mengurangi penggunaan tenaga manusia.

“Apakah kita menginginkan adik-adik kita kedepannya tidak mempunyai kepastian kerja? Apakah yang kita cari dalam dunia industri, selain kepastian kerja yang jelas dan konkret? Karena dengan kepastian kerja, kaum buruh dapat memperoleh cita-cita yang diinginkannya,” tegas Heriyanto kepada seluruh peserta Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI yang akan berlangsung selama 3 hari 2 malam pada 6-8 Desember 2018.

Anak muda itu berbeda dengan kaum yang sudah berumur. Dari faktor semangat, faktor fisik dan sisi idealisme.

Semakin menua, manusia akan semakin takut, karena akan ada banyak faktor pertimbangan. Semakin berumur, akan semakin menumpuk rasa takut.

Itulah kenapa dibutuhkan regenerasi dalam sebuah kepengurusan organisasi, terlebih-lebih didalam sebuah organisasi serikat pekerja.

Siapa yang akan meneruskan idealisme pergerakan dan perjuangan kaum buruh yang saat ini semakin menurun?

Seperti itu juga yang diungkapkan oleh Tan Malaka. “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda”. (RDW)

Facebook Comments

Comments are closed.