Ketua Umum Pimpinan Pusat SPLP FSPMI : Dua Pimpinan Unit Kerja SPLP Terbentuk di Mimika Papua

Ketua Umum Pimpinan Pusat SPLP FSPMI : Dua Pimpinan Unit Kerja SPLP Terbentuk di Mimika Papua

Jakarta, KPonline — Perkembangan organisasi Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPLP FSPMI) terus menunjukkan pertumbuhan. Kali ini, dua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPLP FSPMI) resmi terbentuk di wilayah Mimika, Papua awal Agustus 2026.

Pembentukan dua PUK tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat keberadaan dan perjuangan FSPMI di Papua, khususnya dalam memberikan wadah bagi pekerja untuk berserikat serta memperjuangkan hak dan kepentingan anggota.

Dalam momentum tersebut, tampak jajaran pengurus bersama perwakilan pekerja melakukan penyerahan dan penerimaan dokumen organisasi sebagai pengesahan 2 PUK SPLP FSPMI di Mimika, Papua

Ketua umum PP SPLP FSPMI, Supriyanto menegaskan dengan terbentuknya dua PUK baru ini, diharapkan organisasi semakin solid dan mampu membangun hubungan industrial yang harmonis, sekaligus menjadi kekuatan pekerja dalam memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan, serta kepastian hak-hak pekerja.

“Bertambahnya PUK adalah bertambahnya kekuatan perjuangan. Dari Mimika, Papua, semangat berserikat terus tumbuh untuk membangun organisasi yang kuat dan bermartabat.” kata Supriyanto, Sabtu (15/8/2026).

Tak hanya di Mimika Papua, SPLP FSPMI pasca Munas VII, terus melakukan pengembangan khususnya disektor pertambangan seperti di Morowali, Konawe, Halmahera, Maluku dan daerah lainnya.

“Target pengembangan SPLP FSPMI tak hanya fokus disektor pertambangan namun juga di wilayah yang sudah ada PUK nya seperti Gresik, Banjarnegara, Indramayu, Cirebon dan lainnya,” pungkasnya.

Pembentukan dua PUK SPLP FSPMI di Mimika adalah langkah awal yang diharapkan menjadi awal berkembangnya organisasi Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPLP FSPMI) di wilayah Papua dan membuka ruang yang lebih luas bagi pekerja untuk bergabung serta bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.(Yanto)