Karawang, KPonline-Ketua Konsulat Cabang (KC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Karawang, Asmat Serum, mendorong Media Perdjoeangan agar semakin aktif mengangkat isu-isu penting ketenagakerjaan. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) IV Media Perdjoeangan FSPMI Karawang. Rabu (26/8/2026).
Asmat juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai penting untuk menjadi perhatian dan pemberitaan Media Perdjoeangan, salah satunya terkait outsourcing atau alih daya.
Ia pun menyebut, RUU Ketenagakerjaan baru akan disahkan paling lambat akhir Oktober, karena itu isu mengenai outsourcing harus semakin gencar disuarakan.
Asmat juga mengungkapkan bahwa keberadaan media organisasi FSPMI yakni Media Perdjoeangan memiliki peranan dalam menyampaikan aspirasi dan persoalan yang dihadapi kaum pekerja.
“Outsourcing atau alih daya harus mulai masif disuarakan,” ujar Asmat.
Selain persoalan outsourcing, Asmat menekankan pentingnya mengangkat isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ia menyinggung Konvensi ILO 155 yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja, serta berharap isu tersebut dapat menjadi bagian dari agenda pemberitaan Media Perdjoeangan.
Menurut Asmat, media serikat pekerja tidak hanya berfungsi sebagai sarana dokumentasi kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi alat perjuangan untuk menyuarakan berbagai persoalan dan kepentingan pekerja.
“Konvensi ILO 155 bisa segera diratifikasi di Indonesia. Karena itu, persoalan K3 juga harus mulai disuarakan oleh Media Perdjoeangan,” katanya.
Kemudian, Asmat menyambut baik arahan Koordinator Liputan Nasional (Korlipnas) Media Perdjoeangan, Agung Purwanto terkait pentingnya penguatan dokumentasi dan pemberitaan ditingkat PUK (Pimpinan Unit Kerja).
Ia berharap setiap PUK dapat secara konsisten menghasilkan setidaknya satu pemberitaan setiap bulan, sehingga berbagai aktivitas, perjuangan, maupun persoalan yang terjadi di tingkat basis dapat terdokumentasikan dengan baik.
“Setiap PUK diharapkan bisa merealisasikan minimal satu pemberitaan dalam setiap bulannya,” pungkas Asmat.
Ia menilai konsistensi tersebut penting agar perjuangan buruh di tingkat perusahaan juga dapat diketahui secara luas oleh anggota dan masyarakat.



