Jakarta, KPonline-Dalam aksi buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KSPI) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Kamis (16/4/2026). Dalam orasinya, Winarso, Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta menyoroti belum adanya langkah konkret dari para legislator terkait tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi.
Ia menegaskan bahwa Putusan MK Nomor 168 seharusnya menjadi pijakan penting bagi DPR untuk segera merumuskan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat keseriusan dari wakil rakyat.
“Putusan MK Nomor 168 itu adalah perintah yang harus dijalankan. Tapi sampai hari ini kita belum pernah mendengar langkah nyata dari anggota dewan. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing,” tegasnya di hadapan ribuan massa aksi.
Ia juga menyinggung ironi di tubuh parlemen. Ketika buruh memperjuangkan kesejahteraan dan kepastian kerja, para anggota dewan justru dinilai lebih sibuk memikirkan kepentingan internal, termasuk polemik terkait hak pensiun mereka.
“Jangankan bicara status kerja buruh, soal pensiun anggota dewan saja mereka kebingungan. Dimana empati mereka terhadap rakyat, terhadap buruh yang mereka wakili?” ujarnya.
Menurutnya, pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut nasib jutaan pekerja di Indonesia. Ia menekankan bahwa buruh tidak menuntut hal yang berlebihan, melainkan hak-hak dasar yang sesuai dengan aturan.
Lebih jauh, ia menggambarkan kondisi nyata kehidupan buruh, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Banyak pekerja, kata dia, masih hidup dalam keterbatasan, tinggal di kontrakan sempit berukuran 3×3 meter bersama keluarga, dengan upah yang bahkan di bawah standar minimum.
“Banyak kawan-kawan kita tinggal di kontrakan kecil, diisi dua sampai tiga anak, dengan upah di bawah minimum. Di mana perwakilan kita hari ini?” katanya.
Di tengah terik matahari dan kelelahan yang dirasakan massa aksi, ia tetap membakar semangat para buruh untuk tidak menyerah. Ia mengingatkan bahwa perjuangan ini adalah jalan panjang yang harus terus ditempuh demi perubahan.
“Lelah memang, panas juga terasa, bahkan seperti membuang waktu. Tapi inilah perjuangan. Jangan pernah lelah, teruslah berjuang demi kawan-kawan buruh yang masih membutuhkan,” serunya.