Kasus PHK Pengurus Serikat PT Ghimli Batam Berlanjut ke Mediasi

Batam,KPonline – Kasus PHK yang menimpa sekretaris PUK SPAI FSPMI PT Ghimli Batam, Samsul Hadi memasuki tahap mediasi.

Mediasi pertama di lakukan pada 16 November 2022 namun pihak perusahaan tidak hadir, sedangkan mediasi ke ll tanggal 22 November 2022 pihak perusahaan juga tidak hadir lagi karena ada agenda RDP di kantor DPRD Batam dan di lanjut pada hari ini (23/11/2022)

Bacaan Lainnya

Dalam mediasi tersebut serikat pekerja menyampaikan permasalahan yang mengakibatkan Samsul hadi di PHK .

Seperti di ketahui dalam surat PHK Samsul Hadi di tuduh melakukan kesalahan dengan memberikan informasi yang tidak benar ke buyer sehingga membuat perusahan mengalami kerugian besar karena orderan di tarik oleh buyer

“Kita punya bukti bahwa buyer menarik orderan dari Ghimli karena merek tidak menjalakan prosedur “Ungkap salah satu pengurus serikat

“Merekapun langsung mem PHK tanpa ada SP 1 2 & 3, atau scorsing langsung saja dia di PHK” Tambahnya
Mknya samsul hadi tdk mau menandatangani surat PHK itu mas
Bahwa dengan menyetel mesin itu sdh hal biasa di tmpt krja kami di pt ghimli
Dan apabila tuntutan kami tdk di penuhi maka serikat mengancam akan mogok kerja secara besar”an

2.hanya krna msalah menyetel mesin maka pihak menegemen secara lngsung mem PHK saudara samsul hadi tanpa ada nya warning 1 2 & 3

Serikatpun meminta agar Samsul di pekerjakan kembali, sementara dari perwakilan perusahaan menyampaikan bahwa bukan Samsul saja yang di interogasi akan tetapi hanya Samsul saja yang menurutnya bekomunikasi dengan buyer dan di anggap memberikan informasi yang tidak benar ke buyer yang mengakibatkan pembatalan order.

Dari hasil mediasi ini serikat berharap managemen bisa mempertimbangkan permintaan pihak serikat

Sedangkan disnaker meminta agar mengkroscek kembali PKB karena surat PHK Samsul di tuduhkan melakukan pelanggaran berat akan tetapi pelanggaran itu tidak ada di muat dalam PKB

Pos terkait