Kardinal: Menang PHI, Bukti Buruh DKI Lihai dan Kompak Dalam Advokasi Anggota

Jakarta, KPonline – Di kawal puluhan anggota FSPMI dari berbagai sektor, agenda persidangan di Pengahadilan Hubungan Industrial (PHI) Jakarta adalah putusan terhadap 5 (lima) anggota PUK SPAI FSPMI PT G4S CS, FSPMI DKI Jakarta. Putusan yang dibacakan majelis hakim  memuaskan para buruh, Senin (16/7/2018).

Setelah kurang lebih selama 4 (empat) bulan melalui rangkaian persidangan, Ketua Majelis Hakim Taryan Setiawan membacakan putusan bahwa pengunduran diri kelima pekerja tidak sah dan bertentangan dengan Undang-Undang 13 tahun 2003 pasal 162 ayat 1 dan 3. Oleh karena itu, pengadilan menghukum Pengusaha PT. G4S CS untuk memanggil kembali kelima pekerja di tempatkan ke posisi semula atau yang setara.

Bacaan Lainnya

Selain harus dipekerjakan kembali, dalam persidangan yang dipenuhi oleh solidaritas puluhan anggota FSPMI DKI Jakarta, juga menghukum pihak pengusaha untuk membayar upah proses selama 6 bulan atas nama : Khaerul Husna, Septian Dwi Cahyo, Muhamad Irsan Dalari, Bayu Sugara dan Bakhtiar Mas’ud yang totalnya sebesar Rp. 77.614.982,00 (Tujuh puluh tujuh juta enam ratus empat belas Ribu sembilan ratus delapan puluh dua Rupiah) dan di kenakan Uang paksa dwongsom 100 Ribu/hari (seratus ribu rupiah per hari) setiap keterlambatan melaksanakan Putusan.

Di hadapan ratusan anggota yang mengawal persidangan, Ketua PC SPAI FSPMI DKI Jakarta Kardinal mengatakan, “Kehadiran puluhan anggota FSPMI DKI Jakarta membuktikan bahwa kesadaran dan kekompakan dalam FSPMI semakin maju. Dimana satu dilukai semua merasa disakiti.”

“Buruh DKI tidak hanya aktif mengikuti aksi aksi di jalanan, menjalankan agenda buruh go politik, tapi juga harus lihai dalam advokasi seperti sekarang ini dalam membela anggota,” lanjutnya. “Mengawal sidang sidang ketenagakerjaan seperti ini menjadi agenda yang sangat penting untuk kita kaum buruh, harus terus maju karena tantangan kedepan semakin besar.”

Hal ini dimaksudkan agar FSPMI tetap tegak dan bersatu berada di garda terdepan barisan bagi Buruh Indonesia dalam mendapatkan keadilan sebagai pekerja.

Usai persidangan dan pemaparan hasil sidang, massa buruh di gedung PHI ini menutup aksi solidaritas dengan doa bersama. Sesaat kemudian massa anggota membubarkan diri.

(Kar/Jim)

Pos terkait