Jamkeswatch Sumut : Penahanan Sepeda Motor Oleh Pihak RS Mitra Medika Sebagai Penjamin Pengambilan Jenazah Ternyata Tidak Benar

  • Whatsapp

Deli Serdang, KPonline – Kabar menjadi viral. Jamkeswatch Sumatera Utara pertemukan pihak keluarga pasien dan manegement Rumah Sakit Umum Mitra Medika untuk mengklarifikasi berita yang beredar yang mengatakan bahwa RSU Mitra Medika yang beralamat di Jl. Medan Batang kuis Dusun IX Emplasmen, Desa bandar klippa, Kec. Percut sei tuan, Kab. Deli serdang Sumatera Utara, melakukan penahanan jenazah pasien.

Berawal dari pemberitaan di media sosial yang mengatakan bahwa RSU MM menahan jenazah Amanda Sari (3) anak dari Feriyal Syaputra (43) warga hamparan perak, Dusun I gang iklas No. 400 dan harus memberikan jaminan sepeda motor untuk dapat mengeluarkan jenazah agar dapat dibawa kerumah duka untuk di kebumikan.

Mendengar hal tersebut, Afriyansyah bersama Ahmad Saputra dan Yuda Hendri Pulungan yang merupakan relawan Jamkeswatch langsung mencari tahu benar atau tidaknya pemberitaan tersebut dengan cara menjumpai pihak keluarga dan pihak RSU untuk meminta penjelasan yang kongrit dari permasalahan yang sudah viral di media sosial tersebut.

Bertempat diruangan Rapat RSU MM, relawan Jamkeswatch sumut dan pihak keluarga pasien diterima oleh dr. Nurul Huda (Kabid pelayanan), dr. Lucyana (Kabag Administrasi umum & keuangan), dr. Nurul Anjani (Dokter ruangan) dan dr. Ajeng Saputri (dokter manegement) selaku perwakilan dari pihak manegement RSU MM.

Dalam penjelasannya dr. Nurul huda mengatakan bahwa pihak RSU MM tidak pernah menahan jenazah pasien dan tidak pernah mengucapkan agar keluarga pasien meninggalkan barang (sepeda motor) sebagai jaminan.

“Kami pihak rumah sakit tidak pernah menahan pasien disini, tidak juga meminta suatu jaminan berbentuk apapun. Hal tersebut adalah merupakan permintaan dari pihak keluarga yaitu bapak Feriyal Syaputra selaku orang tua dari pasien,” tutur Nurul.

Hal itu dibenarkan oleh pihak keluarga lewat penjelasan Feriyal menyambut penjelesan yang di utarakan pihak RSU MM.

“Memang benar bahwa pihak RSU MM tidak pernah meminta saya untuk menjaminkan satu barang, hal itu saya sendiri yang ajukan permohonan karena kepanikan saya yang pada saat itu tidak mempunyai uang untuk melunasi biaya perawatan anak saya, jadi dengan keadaan yang seperti itu saya meminta dan memohon kepada pihak RSU MM agar dapat menerima sepeda motor saya sebagai jaminan pelunasan sisa pembayaran biaya perawatan anak saya,” jelas Feriyal.

Feriyal juga mengatakan bahwa pihak RSU MM tidak pernah mengatakan kepada saya bahwa jenazah ditahan jika tidak dapat melunasi biaya perawatan dan perobatan.

Dalam audensi yang memakan waktu 1 jam tersebut, pihak RSU melalui dr. Luciana mengatakan bahwa hal ini merupakan mis komunikasi antara kedua bela pihak, dan pihak RSU sangat menunggu diskusi seperti hari ini.

“Kok tidak datang-datang ya pihak keluarga untuk berdiskusi dan mengambil sepeda motornya, apa kita antar saja sepeda motornya kerumah keluarga pasien,” tutur Luciyana menirukan kegelisaan pihak RSU MM.

Menanggapai hal tersebut, Apriyansyah mewakili menyatakan kepada pihak RSU MM untuk bekerja sama secara kekeluargaan membantu kesulitan pihak keluarga yang secara surat dinyatakan tidak mampu ini dengan memperbolehkan pihak keluarga mengambil kembali sepeda motor dan meringankan pembayaran biaya perawatan pengobatan secara menyicil tanpa harus ada yang di jaminkan.

“Kami relawan Jamkeswatch memohon kepada pihak RSU MM agar dapat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan memperbolehkan pihak keluarga mengambil sepeda motor itu untuk dapat dipergunakan pak feriyal menjalani rutinitasnya sehari hari dengan tanpa menjaminkan apa-apa serta meringankan pembayaran biaya perawatan pengobatan secara menyicil,” mohon Afri.

Menanggapi hal yang disampaikan relawan Jamkeswatch Sumut itu, pihak RSU MM, langsung meng ia kan perkataan itu.

“Hal ini sudah sangat kami nantikan pak (tentang pengambilan sepeda motor), kalau tentang pembayaran biaya perawatan pengobatan itu bisa di cicil oleh pihak keluarga tanpa batas waktu, kapan saja pak feriyal mau membayarnya silahkan pak, asalkan pak Feriyal tidak keberatan dan iklas untuk melakukan pembayaran tersebut,” santun dr. Nurul.

Diujung diskusi Feriyal juga mengucapkan permohonan maaf kepada pihak RSU MM atas kurangnya pengetahuan untuk berdiskusi kepada pihak RSU MM penyelesaian permasalahan ini dan atas pemberitaan yang beredar yang mencemarkan nama baik RSU MM.

Diakhir diskusi yang menghasilkan suatu mupakat ini, relawan Jamkeswatch memghimbau kepada seluruh pihak termasuk pemerintahan agar dapat membantu penanganan biaya pembayaran perawatan pengobatan Amanda Sari yang meninggal karena tersengat penyakit radang selaput otak tersebut.

Keluarga yang telah dinyatakan tidak mampu secara surat oleh dinas sosial dan kelurahan ini haruslah menjadi tanggung jawab kita semua dalam hal pembayaran biaya perawatan pengobatan dan memperhatikan jaminan kesehatannya kedepan agar tidak terjadi hal yang sama di lain hari.